- Details
- Category: Populer
Kasus pelecehan seksual yang terjadi di berbagai perguruan tinggi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir kembali memicu pertanyaan besar: apa yang sebenarnya kurang dari sistem pendidikan kita?
Sejumlah peristiwa yang mencuat sepanjang 2025 hingga awal 2026 memperlihatkan bahwa kampus yang seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar dan berkembang justru masih diwarnai perilaku yang merendahkan martabat manusia.
- Details
- Category: Populer
Ada dua kemampuan yang sering dianggap biasa saja dalam dunia pendidikan: membaca dan berhitung. Padahal, dua hal ini sebenarnya adalah fondasi dari hampir semua proses belajar manusia.
Sering kali kita membicarakan literasi dan matematika dasar dalam konteks pekerjaan atau karier. Seolah-olah kemampuan membaca dan berhitung hanya penting agar seseorang bisa mendapatkan pekerjaan yang baik atau bersaing di dunia ekonomi.
Padahal, persoalannya jauh lebih sederhana dan justru lebih mendasar dari itu.
Kemampuan membaca dan matematika dasar menentukan apakah seseorang bisa benar-benar memahami apa yang ia pelajari, menangkap informasi dengan baik, serta memecahkan masalah sehari-hari. Tanpa dua kemampuan ini, belajar apa pun akan terasa jauh lebih berat.
- Details
- Category: Populer
Pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan publik setelah mengemukakan pandangan berbeda tentang sistem penilaian pendidikan. Ia menyebut bahwa siswa yang hanya unggul secara akademik sebaiknya tidak mendapatkan nilai sempurna, bahkan cukup diberi nilai 7.
Gagasan ini memicu diskusi luas tentang bagaimana seharusnya pendidikan di Indonesia menilai kemampuan siswa: apakah fokus pada teori, praktik, atau keseimbangan keduanya.
- Details
- Category: Populer
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) menjadi salah satu inisiatif pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa. Program ini dirancang bukan hanya sebagai koperasi biasa, tetapi sebagai lembaga ekonomi desa yang memiliki sistem pengelolaan lebih profesional dan terintegrasi dengan berbagai program pemerintah.
Seiring dengan pembukaan berbagai posisi pekerjaan, Kopdes Merah Putih juga menarik perhatian banyak pelamar dari berbagai daerah di Indonesia. Lalu, sebenarnya apa saja scope atau lingkup kerja Kopdes Merah Putih, dan mengapa banyak orang tertarik melamar menjadi pegawainya?
- Details
- Category: Populer
Ketika berbicara tentang emansipasi perempuan di Indonesia, nama Raden Ajeng Kartini hampir selalu menjadi rujukan utama. Namun jauh di Ranah Minang, Sumatera Barat, sejarah juga mencatat sosok perempuan yang memiliki semangat serupa: Rahmah el Yunusiyah.
Ia bukan sekadar tokoh pendidikan, tetapi seorang ulama perempuan yang melihat pendidikan sebagai cara untuk menjaga martabat dan masa depan perempuan dalam masyarakat.
- Details
- Category: Populer
Oleh : Assoc. Prof. Anita Priantina, M.Ec., Ph.D
Kondisi geopolitik global yang kian memanas telah memberikan tekanan hebat terhadap Global Halal Value Chain (GHVC), terutama menjelang implementasi kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026. Ketegangan di wilayah kunci perdagangan tidak hanya mengganggu logistik, tetapi juga memicu gesekan diplomatik terkait standar halal. Salah satu tantangan signifikan datang dari Amerika Serikat, yang sempat menyatakan keberatan terhadap syarat sertifikasi halal Indonesia untuk produk ekspor mereka. Namun, melalui negosiasi intensif dan penguatan kerja sama antarlembaga, proses tersebut kini mulai menemukan titik terang dengan adanya saling pengakuan standar (Mutual Recognition Agreement) yang tetap menghormati kedaulatan regulasi halal Indonesia.