- Details
- Category: Populer
Di tengah berkembangnya industri keuangan global yang semakin kompleks, muncul generasi baru ulama yang tidak hanya memahami kitab klasik tetapi juga teknologi finansial modern. Salah satu nama yang sering muncul dalam diskusi ekonomi Islam internasional adalah Faraz Adam.
- Hits: 191
- Details
- Category: Populer
Oleh : Assoc. Prof. Anita Priantina, M.Ec., Ph.D
Sejarah mencatat bahwa musim haji selalu menjadi momen pasar global terbesar bagi umat Islam di seluruh dunia. Dalam perspektif ekonomi Islam, berkumpulnya jutaan manusia di Tanah Suci bukan sekadar ritual spiritual, melainkan instrumen untuk memperkuat ukhuwah iqtishadiyah atau persaudaraan ekonomi antarnegara Muslim. Berdasarkan analisa ekonomi dalam World Islamic Economic Forum (WIEF), aktivitas perdagangan internasional mencatatkan lonjakan masif yang dipicu oleh kebutuhan logistik jutaan jemaah. Fenomena ini membuktikan bahwa haji bertindak sebagai katalisator alami bagi terciptanya ekosistem pasar tunggal Islam yang berbasis pada komoditas halal, keadilan distributif, dan etika bisnis syariah yang melintasi batas-batas geografis negara.
- Hits: 132
- Details
- Category: Populer
Oleh : Assoc. Prof. Anita Priantina, M.Ec., Ph.D
Ekonomi Islam sangat menekankan pada konsep maslahah atau kepentingan umum serta pelarangan perilaku israf (berlebih-lebihan). Di tengah gelombang modernisasi saat ini, tantangan terbesar ekonomi haji adalah menyeimbangkan antara komersialisasi layanan premium dengan aksesibilitas bagi masyarakat luas. Merujuk pada laporan riset dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO), lonjakan drastis pariwisata religi global berisiko memicu fenomena overtourism yang jika tidak dikelola dengan etika syariah, dapat menggeser orientasi sakral ibadah menjadi komoditas industri hiburan dan pelesiran semata. Oleh karena itu, regulasi tata kelola haji modern dituntut untuk mengembalikan ekosistem Tanah Suci pada khittahnya sebagai pusat spiritualitas umat, bukan destinasi wisata komersial.
- Hits: 135
- Details
- Category: Populer
Oleh : Assoc. Prof. Anita Priantina, M.Ec., Ph.D
Ibadah haji bukan sekadar ritual fisik melainkan instrumen besar dalam pemerataan ekonomi global yang mencerminkan keadilan sosial. Dalam ekonomi Islam, prinsip hifdzul mal atau penjagaan harta diwujudkan melalui pengeluaran biaya haji yang mengalir ke berbagai sektor jasa secara produktif. Pada musim haji tahun 2026 atau 1447 Hijriah ini, perputaran ekonomi bergerak dalam skala yang luar biasa besar seiring dengan berkumpulnya sekitar 2 juta jemaah dari seluruh dunia di Tanah Suci. Indonesia sendiri kembali berkontribusi secara signifikan sebagai salah satu pengirim jemaah terbesar dengan total kuota mencapai 221.000 jemaah, yang terbagi atas 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah khusus atau haji plus.
- Hits: 150
- Details
- Category: Populer
Di tengah berkembangnya produksi film pendek berbasis akademik, mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Tazkia tengah mempersiapkan sebuah karya film yang mengangkat tema keluarga, mimpi, dan pengabdian kepada orang tua. Film berjudul “Tapak Kaki yang Dirindukan” ini dirancang sebagai proyek tugas akhir yang tidak hanya menampilkan aspek sinematografi, tetapi juga menggunakan pendekatan analisis naratif dari Tzvetan Todorov untuk membangun struktur cerita yang kuat dan emosional.
- Hits: 36
- Details
- Category: Populer
The growing complexity of global conflicts has made geopolitical literacy an urgent necessity for societies around the world. In recent years, tensions in regions such as the Middle East have been accompanied not only by military conflicts but also by intense battles in information, media narratives, and public opinion. In this context, Muslim economist and Islamic finance scholar Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio emphasized the importance of improving geopolitical awareness and media literacy, particularly among Muslim communities. During a seminar titled “From Gaza to Hormuz: 7 Practical Steps for the Economic and Geopolitical Revival of the Ummah” at Tazkia University in Bogor, he highlighted that understanding global developments is crucial to avoid misinformation and emotional reactions driven by incomplete or misleading news.
- Hits: 158