- Details
- Category: Populer
Oleh : Assoc. Prof. Anita Priantina, M.Ec., Ph.D. - Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Tazkia
Setelah melintasi fase penyaringan (screening) yang ketat dalam Systematic Literature Review (SLR), seorang peneliti akan memegang korpus akhir literatur yang siap disintesis—biasanya berkisar antara 30 hingga 100 artikel terpilih. Pada titik ini, tantangan utama dalam Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah bergeser: dari sekadar mengumpulkan data menjadi mengeksplorasi, memahami, dan memetakan lanskap pemikiran di dalamnya.
- Hits: 11
- Details
- Category: Populer
Oleh : Assoc. Prof. Anita Priantina, M.Ec., Ph.D. - Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Tazkia
Langkah pamungkas sebelum merajut dan menyintesis berbagai temuan dari sebuah Systematic Literature Review (SLR) adalah melakukan penilaian kualitas secara kritis terhadap setiap artikel yang dihimpun. Kekeliruan mendasar yang kerap berulang dalam penulisan ulasan pustaka adalah memperlakukan seluruh karya ilmiah yang telah diterbitkan seolah-olah memiliki bobot kebenaran dan kualitas yang setara. Pada kenyataannya, sebuah studi dengan sampel yang cacat metodologis atau analisis institusional yang dangkal tidak layak disejajarkan dengan karya ilmiah empiris yang dikerjakan secara ketat dan telah melalui penelaahan sejawat (peer-reviewed) secara sahih.
- Hits: 11
- Details
- Category: Populer
Oleh : Assoc. Prof. Anita Priantina, M.Ec., Ph.D. - Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Tazkia
Laju teknologi hari ini telah membawa akademisi ke sebuah era baru. Kehadiran Large Language Models (LLM) dan perangkat pemetaan literatur berbasis Artificial Intelligence (AI) menjanjikan efisiensi yang belum pernah ada sebelumnya. Namun, di balik kemudahan ini, bersembunyi sebuah bias berbahaya di panggung akademik: anggapan bahwa penyusunan Systematic Literature Review (SLR) kini dapat sepenuhnya diserahkan kepada mesin.
- Hits: 16
- Details
- Category: Populer
Oleh : Assoc. Prof. Anita Priantina, M.Ec., Ph.D. - Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Tazkia
Keilmuan Syariah dan Amanah Akurasi Data
Analisis bibliometrik telah mapan sebagai salah satu metodologi utama untuk memetakan struktur intelektual, melacak evolusi pemikiran, dan menemukan celah baru dalam suatu disiplin ilmu. Dalam lanskap riset ekonomi dan keuangan syariah, metodologi ini memegang peran vital karena mampu memberikan gambaran makro mengenai peta kekuatan institusi, produktivitas penulis, hingga tren tematis yang sedang hangat diperbincangkan. Namun, validitas dan kemanfaatan dari sebuah studi bibliometrik pada akhirnya sangat bergantung pada integritas serta ketepatan pada fase paling awal, yaitu pengumpulan data bibliografi.
- Hits: 17
- Details
- Category: Populer
Artificial Intelligence (AI) berkembang jauh lebih cepat dibandingkan yang diperkirakan banyak orang. Hampir setiap minggu muncul teknologi baru yang mampu membantu manusia menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, lebih murah, bahkan lebih akurat. Mulai dari membuat laporan, merangkum dokumen, menulis kode program, menganalisis data, hingga menghasilkan konten kreatif kini dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik.
- Hits: 29
- Details
- Category: Populer
Washington, D.C. - Prof. Murniati Mukhlisin, Professor of Sharia Accounting at Tazkia University, Founder of Sakinah Finance, and Former Rector of Tazkia University, was entrusted to moderate the opening panel of the International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC) 2026, held at the World Bank Headquarters in Washington, D.C., on July 15. The international conference brought together policymakers, academics, financial industry leaders, and development practitioners to discuss how digital transformation can advance a more inclusive, ethical, and sustainable Islamic financial ecosystem.
- Hits: 54