Dok : Prof Murniati Mukhlisin, di acara International Summer Course Universitas Tazkia 2026

Menurut Prof. Murniati, kehadiran AI bukan berarti menggantikan peran manusia sepenuhnya. Sebaliknya, teknologi justru mendorong mahasiswa untuk memiliki nilai tambah yang dapat dibuktikan melalui sertifikasi kompetensi, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi yang baik.

Prof. Murniati menjelaskan bahwa sertifikasi kini menjadi salah satu indikator yang semakin diperhatikan oleh dunia industri. Sertifikasi bukan sekadar dokumen pelengkap, tetapi menunjukkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi tertentu sesuai kebutuhan pasar kerja.

Di tengah pesatnya perkembangan AI dan transformasi digital, lulusan yang memiliki sertifikasi profesional dinilai lebih siap beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tuntutan pekerjaan yang semakin dinamis.

Selain kompetensi teknis, Prof. Murniati juga menyoroti pentingnya public speaking dan kemampuan berkomunikasi. Menurutnya, hampir seluruh profesi membutuhkan kemampuan menyampaikan ide, berdiskusi, hingga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Karena itu, proses pembelajaran di perguruan tinggi perlu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk aktif berdiskusi, presentasi, serta memecahkan permasalahan nyata melalui pendekatan interactive learning, sehingga lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi dunia profesional.

Sebagai Guru Besar Universitas Tazkia, Prof. Murniati juga konsisten menekankan bahwa AI harus dimanfaatkan secara bijak. Dalam berbagai kesempatan akademik, beliau mengingatkan bahwa teknologi dapat membantu produktivitas dan penelitian, tetapi tidak boleh menggantikan integritas, pemikiran kritis, dan tanggung jawab ilmiah seorang akademisi maupun profesional.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Universitas Tazkia dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai etika dan keislaman.

Melalui berbagai pendekatan pembelajaran, pengembangan kompetensi, serta dorongan untuk mengikuti sertifikasi profesional, Universitas Tazkia berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja di era AI.

Bagi Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, masa depan tidak hanya dimiliki oleh mereka yang mampu menggunakan AI, tetapi juga oleh mereka yang terus belajar, memiliki sertifikasi yang relevan, mampu berkomunikasi dengan baik, dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap profesinya.

Pembahasan tersebut disampaikan dalam Dialog Asta Cita Pro 1 RRI Bogor edisi Senin, 27 Juli 2026, sebuah program dialog yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas isu-isu strategis nasional dan daerah. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, Guru Besar Universitas Tazkia, menjadi narasumber utama yang mengulas bagaimana perkembangan Artificial Intelligence (AI) mengubah kebutuhan dunia kerja serta pentingnya sertifikasi kompetensi dan kemampuan komunikasi bagi lulusan perguruan tinggi.