- Details
- Category: Populer
BOGOR - Universitas Tazkia akan menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada 24 & 26 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Melalui RTM Menuju Digital Transformation & Islamic Foundation.”
- Details
- Category: Populer
Oleh Assoc. Prof. Anita Priantina, M.Ec., Ph.D. - Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Tazkia
Setiap 17 Agustus, kita kembali mengingat Proklamasi Kemerdekaan 1945. Bagi generasi saat itu, merdeka berarti terbebas dari penjajahan dan memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri. Kemerdekaan bukan sekadar pergantian status politik, tetapi sebuah kesempatan untuk membangun masa depan bangsa dengan tangan sendiri.
Delapan puluh satu tahun kemudian, bentuk perjuangan kita tentu berbeda. Kita tidak lagi menghadapi penjajahan fisik. Kita bebas bersekolah, bekerja, berusaha, memilih profesi, membangun keluarga, dan menentukan banyak pilihan dalam kehidupan. Namun, apakah kemerdekaan politik otomatis membuat setiap orang bebas menentukan masa depannya?
Pertanyaan ini membawa kita pada gagasan financial freedom.
- Details
- Category: Populer
Oleh Assoc. Prof. Anita Priantina, M.Ec., Ph.D. - Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Tazkia
Pada titik ini, kita perlu berhenti sejenak dari nasihat populer tentang financial freedom. Kita sering mendengar bahwa setiap orang harus menabung, berinvestasi, membangun passive income, dan mengembangkan aset.
Semua itu benar tetapi tidak bisa diberikan sebagai resep yang sama kepada semua orang.
Seseorang yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan makan, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan tentu belum berada pada tahap memikirkan bagaimana portofolio investasinya berkembang. Bagi mereka, persoalannya bukan wealth accumulation, tetapi basic economic security.
- Details
- Category: Populer
Oleh Assoc. Prof. Anita Priantina, M.Ec., Ph.D. - Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Tazkia
Jika kemerdekaan finansial pada tingkat individu berarti memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan dan memiliki pilihan dalam menentukan kehidupan, maka pada tingkat bangsa kita dapat mengajukan pertanyaan yang lebih besar: seperti apa masyarakat yang secara kolektif memiliki kemampuan tersebut?
Jawabannya membawa kita dari financial freedom menuju economic freedom.
- Details
- Category: Populer
Oleh Assoc. Prof. Anita Priantina, M.Ec., Ph.D. - Kepala Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Tazkia
Kalau financial freedom berarti memiliki kapasitas finansial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sekaligus memiliki pilihan dalam menjalani kehidupan, maka pertanyaannya menjadi sederhana: dari mana kapasitas itu dibangun?
Kita tentu membutuhkan perencanaan keuangan. Kita perlu mengatur arus kas, mengendalikan utang, memiliki dana darurat, berinvestasi, dan menyiapkan masa depan. Tetapi sebelum semua itu, ada satu fondasi yang lebih mendasar: kemampuan untuk menghasilkan.
- Details
- Category: Populer
Duka mendalam kembali menyelimuti tanah air. Guncangan dahsyat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 meratakan rumah-rumah warga dan melumpuhkan aktivitas masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Di saat-saat kritis ini, ribuan warga terpaksa melarikan diri dari rumah mereka demi menyelamatkan diri. Gempa susulan yang masih terus mengancam memaksa mereka bertahan di tempat pengungsian beratap langit malam, di atas bukit yang dingin, berbekal alas tidur seadanya, dan penerangan yang sangat minim.