
Prof. Murniati hadir mewakili Sakinah Finance dalam konferensi bertajuk “Halal Horizons Philippines” yang diselenggarakan oleh National Commission on Muslim Filipinos (NCMF) melalui Bureau of Muslim Economic Affairs (BMEA) pada 19 September 2026 di New World Makati Hotel.
Mengusung tema “Advancing the Philippine Halal Ecosystem: Integration, Innovation, and Global Competitiveness,” forum tersebut mempertemukan pemerintah Filipina, delegasi internasional, akademisi, pelaku industri, serta pemangku kepentingan ekonomi halal untuk membahas penguatan ekosistem halal dan daya saingnya di pasar global.
Prof. Murniati Soroti Arah Investasi dalam Ekonomi Halal
Dalam sesi investasi, Prof. Murniati membahas tren pasar halal global dan peluang investasi yang berkembang seiring dengan semakin luasnya ekosistem ekonomi halal.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi halal tidak cukup dipahami hanya dari besarnya nilai transaksi atau meningkatnya permintaan terhadap produk halal. Aspek yang tidak kalah penting adalah bagaimana modal dan investasi diarahkan kepada sektor-sektor yang menjadi fondasi ekonomi Islam.
“Uang mengalir ke tulang punggung ekonomi Islam, bukan hanya di permukaannya.”
Dalam pemaparannya, Prof. Murniati juga menyoroti posisi Indonesia dalam peta ekonomi halal dunia. Indonesia saat ini disebut menempati peringkat ketiga dunia berdasarkan total nilai transaksi, menunjukkan besarnya potensi pasar halal Indonesia sekaligus peluang pengembangan investasi di sektor-sektor terkait.
Perspektif tersebut menempatkan ekonomi halal bukan hanya sebagai industri berbasis konsumsi, tetapi sebagai sebuah ekosistem yang mencakup keuangan syariah, produksi, perdagangan, investasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
Filipina Dorong Penguatan Ekosistem Industri Halal
Kehadiran Prof. Murniati dalam forum tersebut berlangsung di tengah upaya Filipina memperkuat industri halalnya. Pemerintah Filipina menilai sektor halal memiliki potensi untuk menciptakan peluang ekonomi, memberdayakan UMKM, membuka lapangan pekerjaan, menarik investasi, serta meningkatkan daya saing negara di pasar global.
Special Assistant to the President Antonio Ernesto F. Lagdameo, Jr. menyampaikan bahwa pengembangan industri halal dapat menjadi bagian penting dari agenda pembangunan ekonomi Filipina.
Sementara itu, Sekretaris NCMF Sabuddin N. Abdurahim menekankan pentingnya membangun kemitraan dan mengambil langkah konkret agar potensi industri halal dapat diterjemahkan menjadi peluang nyata bagi bisnis, koperasi, produsen, dan masyarakat.
Dari sisi penguatan ekosistem, sejumlah pembicara juga membahas standardisasi halal, teknologi, keuangan, perdagangan internasional, hingga pemberdayaan usaha mikro dan kecil.
Memperluas Perspektif Ekonomi Syariah ke Forum Internasional
Partisipasi Guru Besar Universitas Tazkia dalam Philippine Halal Industry Summit 2026 menjadi bagian dari kontribusi akademisi Indonesia dalam percakapan global mengenai perkembangan ekonomi halal.
Sebagai akademisi di bidang akuntansi syariah dan ekonomi Islam, Prof. Murniati membawa perspektif mengenai hubungan antara pasar halal, investasi, dan penguatan fondasi ekonomi Islam ke dalam forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, industri, keuangan, sains, dan teknologi.
Forum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi halal kini bergerak melampaui batas geografis dan sektor industri. Kolaborasi lintas negara, penguatan standar, inovasi teknologi, serta akses terhadap pembiayaan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem halal yang semakin terintegrasi.
Bagi Universitas Tazkia, keterlibatan akademisi dalam forum internasional seperti ini menjadi ruang untuk memperluas kontribusi pendidikan, riset, dan pemikiran ekonomi syariah Indonesia dalam perkembangan industri halal global.
Sumber: Humas Sakinah Finance
