
Dalam pemaparannya, dr. Ghina menjelaskan bahwa hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik 90 mmHg. Namun, diagnosis hipertensi tidak dapat ditentukan hanya dari satu kali pemeriksaan. Pengukuran perlu dilakukan minimal dua kali pada waktu yang berbeda, dengan kondisi tubuh yang baik, termasuk tidak sedang mengonsumsi kopi sebelum pemeriksaan agar hasilnya lebih akurat.
Beliau juga menjelaskan beberapa tanda yang dapat muncul pada penderita hipertensi, di antaranya sakit kepala, sesak napas atau mudah lelah, mimisan, serta pandangan yang mulai kabur. Meski demikian, hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala sehingga pemeriksaan rutin tetap menjadi langkah terbaik untuk mendeteksinya sejak dini.
Dalam sesi praktik, dr. Ghina turut menjelaskan bahwa penggunaan alat tensi manual masih memiliki keunggulan tersendiri. "Kalau pakai tensi manual bisa menentukan dari desiran pembuluh darahnya," ujar dr. Ghina Ramadhani Chaerunnisa. Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan secara mandiri di rumah, penggunaan alat tensi digital juga dapat menjadi pilihan dengan catatan memilih merek yang telah sesuai standar dan teruji.
Menurut dr. Ghina, tekanan darah merupakan salah satu tanda vital tubuh yang perlu dipantau secara berkala sebagai indikator kondisi kesehatan seseorang. Oleh karena itu, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Sebagai penutup, dr. Ghina mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala melalui medical check-up (MCU). "Jangan nunggu alarm tubuh tinggi, cek MCU lah rutin. Cek rutin! Lebih baik mencegah daripada mengobati," pesannya kepada seluruh peserta Monday Briefing.
Beliau juga menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya dinilai dari kondisi fisik semata. "Kita sehat itu dalam fisik, rohani, psikososial kita," tutup dr. Ghina Ramadhani Chaerunnisa, mengajak seluruh peserta untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin sebagai bentuk pencegahan sejak dini.
Melalui kegiatan Monday Briefing ini, Universitas Tazkia terus berkomitmen menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi sivitas akademika, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari produktivitas dan kualitas hidup.
