
Dalam pemaparannya, kedua narasumber menjelaskan bahwa perkembangan teknologi memungkinkan peneliti bekerja lebih efisien melalui pemanfaatan AI pada berbagai tahapan penelitian. Ibu Dewi menjelaskan bagaimana AI dapat membantu pada proses data cleaning, coding, interpretasi hasil, visualisasi data, hingga penyusunan draft narasi penelitian untuk mempercepat analisis dan meningkatkan produktivitas. Sementara itu, Ibu Syifa mengenalkan pentingnya validasi data sebagai bagian dari proses penelitian yang memastikan hasil analisis tetap akurat dan dapat dipercaya.
Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan Python sebagai salah satu perangkat yang banyak digunakan dalam pengolahan data penelitian. Selain itu, berbagai fitur berbasis AI, termasuk Google AI, diperagakan untuk menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu peneliti memahami data sekaligus menghasilkan visualisasi yang lebih informatif. Salah satu keunggulan yang diperlihatkan adalah kemampuan AI menampilkan showing code, sehingga pengguna tidak hanya memperoleh hasil akhir, tetapi juga dapat memahami proses yang terjadi di balik analisis tersebut.
Meskipun AI mampu mempercepat berbagai proses penelitian, kedua narasumber menegaskan bahwa teknologi hanya berperan sebagai pendamping. Validasi data, interpretasi hasil, serta penyusunan kesimpulan ilmiah tetap menjadi tanggung jawab peneliti agar hasil penelitian memiliki kualitas akademik yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa pemanfaatan Big Data dan Artificial Intelligence bukan bertujuan menggantikan proses berpikir seorang peneliti, melainkan menjadi alat yang membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas penelitian. Dengan menggabungkan kemampuan analisis manusia dan dukungan teknologi, peneliti diharapkan mampu menghasilkan riset yang lebih akurat, transparan, dan relevan dalam menjawab berbagai tantangan di era digital.
