
Kegiatan dibuka oleh Dr. Erika Takidah dari Universitas Negeri Jakarta yang menegaskan bahwa penelitian seharusnya tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. Beliau juga menyampaikan bahwa International Summer Course menjadi langkah awal kolaborasi yang diharapkan dapat terus berkembang antara Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Tazkia dalam menghasilkan riset yang berdampak.
Materi mengenai pemanfaatan Big Data disampaikan oleh Muhammad Apriandito AS, MBA dari SocialX.id. Beliau menjelaskan bahwa data digital dalam jumlah besar dapat dimanfaatkan untuk memahami pola perilaku masyarakat karena banyak aktivitas manusia memiliki pola yang dapat dianalisis. Peserta juga diperkenalkan pada analisis sentimen berbasis AI yang mampu mengidentifikasi kecenderungan opini publik dengan memberikan konteks tertentu sehingga hasil analisis menjadi lebih relevan. Meski demikian, beliau mengingatkan bahwa AI tetap memiliki keterbatasan dan dapat menghasilkan informasi yang keliru apabila tidak didukung oleh data yang valid. Oleh karena itu, proses pengumpulan dan validasi data tetap menjadi tanggung jawab utama peneliti.
Sesi berikutnya dibawakan oleh Dewi Febriani, M.Ak. bersama Putri Syifa Amalia yang membahas optimalisasi Big Data dan Artificial Intelligence dalam penelitian ekonomi syariah. Keduanya menjelaskan bagaimana AI dapat mendampingi setiap tahapan penelitian, mulai dari data cleaning, coding, interpretasi hasil, visualisasi data, hingga penyusunan narasi ilmiah. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan Python serta berbagai teknologi AI yang mampu meningkatkan efisiensi proses analisis data, tanpa menghilangkan pentingnya pemahaman peneliti terhadap setiap proses yang dilakukan.
Perspektif penelitian dalam ekonomi syariah disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Deddy Rachmad, Lc., M.Sh.E. yang menekankan bahwa penelitian syariah tidak dapat dipisahkan dari maqashid syariah dan nilai-nilai etika. Melalui berbagai contoh applied research, seperti Islamic Advertising, penelitian hukum Islam, hingga skema pembiayaan syariah seperti murabahah, musyarakah, dan mudharabah, beliau mengajak peserta untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya menjelaskan suatu fenomena, tetapi juga mampu menawarkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada sesi pengembangan karier akademik, Prof. Usep Suhud dari Universitas Negeri Jakarta membagikan berbagai pengalaman dalam perjalanan menjadi guru besar. Beliau menjelaskan bahwa penelitian merupakan sebuah perjalanan yang membutuhkan konsistensi dalam membangun ide dan menghasilkan karya ilmiah. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menyusun instrumen penelitian yang sederhana agar mudah dipahami responden, serta bersikap kritis terhadap kualitas data yang diperoleh, termasuk ketika menggunakan layanan penyedia survei. Di hadapan peserta yang didominasi mahasiswa pascasarjana, Prof. Usep turut mengajak para akademisi untuk tidak meremehkan potensi mahasiswa program sarjana karena setiap generasi memiliki cara masing-masing dalam berkembang dan menghasilkan karya penelitian.
Sebagai penutup, Prof. Murniati Mukhlisin memberikan refleksi mengenai pentingnya menjaga produktivitas menulis sebagai bagian dari kontribusi seorang akademisi. Beliau mengajak peserta untuk terus berkarya melalui tulisan serta mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Islam. Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence, beliau mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat bantu, sementara integritas, pemikiran kritis, dan tanggung jawab ilmiah tetap berada di tangan manusia. Pesan tersebut menjadi penutup yang menegaskan bahwa tujuan utama penelitian bukan sekadar menghasilkan publikasi, melainkan memberikan kontribusi yang lebih besar untuk membantu masyarakat.
