Dalam pemaparannya, kedua narasumber menjelaskan bahwa analisis kebijakan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi juga memerlukan pendekatan kuantitatif agar keputusan yang dihasilkan memiliki dasar empiris yang kuat. Berbagai metode ekonometrika dapat digunakan untuk mengukur hubungan antarvariabel, mengevaluasi efektivitas program, hingga memprediksi dampak suatu kebijakan terhadap masyarakat.

Salah satu metode yang dibahas adalah survival analysis, yaitu pendekatan statistik yang digunakan untuk menganalisis waktu hingga suatu peristiwa terjadi. Metode ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang penelitian, termasuk untuk mengamati kondisi sosial ekonomi rumah tangga, ketahanan keluarga, maupun efektivitas suatu program berdasarkan dimensi waktu.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada contoh penerapan analisis data dalam penanganan bencana. Salah satu studi kasus yang dibahas memanfaatkan data intensitas cahaya pada malam hari (night-time lights) yang ditangkap melalui citra satelit untuk mengamati kondisi wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatra. Perubahan tingkat pencahayaan dari waktu ke waktu dapat menjadi indikator aktivitas masyarakat, proses pemulihan infrastruktur, hingga perkembangan pemulihan ekonomi setelah bencana.

Melalui berbagai contoh tersebut, peserta diajak memahami bahwa perkembangan teknologi, data satelit, dan metode ekonometrika membuka peluang yang semakin luas bagi peneliti untuk menghasilkan analisis kebijakan yang lebih akurat. Sesi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana pemanfaatan data dan metode statistik modern dapat memberikan rekomendasi yang lebih tepat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy).