
Dalam pemaparannya, Anita menjelaskan bahwa AI telah menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat bagi peneliti. Namun, menurutnya, hasil yang diberikan AI tetap harus melalui proses evaluasi dan penyaringan oleh peneliti agar informasi yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penelitian.
"Sometimes AI cannot provide what we need, so we must filter it," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan menyusun kata kunci (keywords) yang tepat saat menggunakan AI maupun mesin pencari. Pemilihan kata kunci yang relevan akan membantu peneliti memperoleh hasil pencarian yang lebih akurat dan sesuai dengan tujuan riset.
"Do research on the keywords for better targeting and better results for what we need," jelasnya.
Meski teknologi AI mampu mempercepat berbagai tahapan penelitian, Anita mengingatkan bahwa peran manusia tetap tidak dapat digantikan sepenuhnya. Peneliti tetap harus melakukan analisis kritis, memverifikasi hasil, serta memastikan kualitas data yang digunakan.
"We still use AI, but we still count on humans too," katanya.
Selain itu, ia memperkenalkan kemampuan Atlas.ti dalam menyajikan visualisasi hasil analisis melalui grafik sehingga memudahkan peneliti memahami pola dan hubungan antar data. Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan jumlah responden telah mencapai titik yang memadai agar hasil penelitian memiliki kualitas yang baik.
Sementara itu, Aminah Nuriyah memperkenalkan Atlas.ti sebagai salah satu perangkat lunak yang banyak digunakan dalam penelitian kualitatif. Dalam sesi praktik, peserta diperlihatkan prosedur penggunaan Atlas.ti mulai dari mengimpor dokumen, melakukan proses coding, hingga menganalisis data penelitian secara sistematis.
Aminah menjelaskan bahwa peneliti dapat mengunggah beberapa dokumen sekaligus ke dalam Atlas.ti sehingga proses identifikasi tema dan penyusunan kode menjadi lebih efisien. Dengan dukungan fitur berbasis AI, perangkat lunak tersebut mampu menghasilkan ratusan usulan kode secara otomatis yang kemudian dapat ditinjau dan disempurnakan oleh peneliti sesuai konteks penelitian.
Melalui sesi ini, peserta International Summer Course memperoleh pemahaman bahwa perkembangan AI dan perangkat analisis seperti Atlas.ti dapat mempercepat proses penelitian. Namun demikian, kualitas sebuah riset tetap ditentukan oleh kemampuan peneliti dalam merumuskan pertanyaan penelitian, memilih data yang tepat, melakukan analisis secara kritis, serta menarik kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
