
Membuka rangkaian kegiatan, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Syariah Universitas Tazkia, Dr. Wiku Suryomurti, Ph.D., menyampaikan bahwa penelitian yang baik harus mampu menghasilkan kebijakan yang relevan melalui pendekatan teoritis maupun praktis. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang telah berbagi keahlian sesuai bidang masing-masing dalam kegiatan tersebut.
Sesi keynote lecture disampaikan oleh Prof. Jose M. Pavia, Professor of Applied Economics dari Universitat de València, dengan tema Current Research Trends in Economics: Choosing the Most Suitable Research Tools. Dalam paparannya, Prof. Pavia mengajak peserta memahami bagaimana ekspektasi jurnal ilmiah terhadap sebuah artikel, sekaligus menekankan bahwa kontribusi nyata (genuine contribution) merupakan inti dari penelitian yang layak dipublikasikan.
Menurut Prof. Pavia, sebuah artikel ilmiah yang baik tidak hanya menyajikan temuan ilmiah, tetapi juga mampu mengomunikasikan gagasan secara runtut. “Journal is to communicate. I want my papers to be good science and good narrative,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa meskipun suatu topik telah banyak diteliti, peneliti tetap dapat memberikan nilai tambah melalui pendekatan atau perspektif yang berbeda. Baginya, publikasi ilmiah merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi, bukan jalan pintas. “Journal is a long-run race,” tambahnya.
Dalam sesi tersebut, Prof. Pavia turut berbagi pengalaman mengenai penggunaan perangkat analisis data. Ia menjelaskan bahwa dirinya lebih banyak menggunakan bahasa pemrograman R untuk analisis statistik, sementara Python banyak dimanfaatkan dalam bidang komputasi. Lebih dari sekadar memilih perangkat, ia menekankan pentingnya kemampuan peneliti dalam memahami dan menerjemahkan ide penelitian menjadi analisis yang tepat berdasarkan data yang dimiliki.
Melalui sambungan Zoom, Prof. Dr. Syafii Antonio turut memberikan pandangan mengenai arah pengembangan ekonomi syariah. Ia menegaskan bahwa ekonomi syariah harus mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan moneter dan fiskal. Menurutnya, Universitas Tazkia merespons tantangan tersebut dengan membangun metodologi penelitian yang tepat serta menyiapkan sumber daya yang kompeten untuk menghasilkan riset yang berdampak.
Penyelenggaraan International Summer Course on Islamic Economics and Finance Research 2026 diharapkan semakin memperkuat kolaborasi internasional Universitas Tazkia dalam pengembangan riset ekonomi dan keuangan syariah. Melalui forum ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai tren penelitian terkini dan strategi publikasi ilmiah bereputasi, tetapi juga memperluas jejaring akademik dengan para peneliti dari berbagai institusi dalam maupun luar negeri.
