
Dalam pemaparannya, Dr. Indra menjelaskan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh organisasi selalu membawa konsekuensi, baik dalam bentuk dampak, biaya, risiko, maupun peluang. Oleh karena itu, keputusan yang tidak didasarkan pada informasi yang tepat dapat menimbulkan biaya yang tinggi, memperbesar potensi kesalahan, serta memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan meningkatnya volume data membuat organisasi tidak lagi dapat hanya mengandalkan intuisi semata. Pengambilan keputusan yang berbasis opini dan asumsi berisiko menghasilkan bias dan keputusan yang kurang optimal. Sebaliknya, keputusan yang didukung oleh data, insight, serta bukti yang terverifikasi akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat dan memberikan dampak yang lebih positif.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Indra juga mengutip pernyataan tokoh manajemen kualitas dunia, W. Edwards Deming, yang berbunyi, “In God We Trust, All Others Must Bring Data.” Kutipan tersebut menegaskan bahwa data memiliki peran penting sebagai dasar dalam membangun keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, Dr. Indra menekankan bahwa transformasi menuju organisasi berbasis data tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Menurutnya, keberhasilan penerapan data driven decision making juga ditentukan oleh budaya data (data culture) yang dibangun di dalam organisasi. Kualitas data akan sangat memengaruhi kualitas keputusan, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk menjadikan data sebagai aset strategis yang mendukung pengembangan organisasi di masa depan.
Ia juga menyinggung peran kecerdasan buatan (AI) yang diperkirakan akan semakin mempercepat proses pengambilan keputusan. Namun demikian, perkembangan teknologi tersebut tetap perlu diimbangi dengan kemampuan manusia dalam memahami konteks, nilai, dan tanggung jawab dalam setiap keputusan yang dibuat.
Menutup materinya, Dr. Indra menyampaikan sebuah pesan yang menjadi refleksi bagi sivitas akademika Universitas Tazkia di tengah pesatnya perkembangan teknologi. “Pendidikan itu bukan untuk mengalahkan AI, tapi pendidikan yang membuat kita tetap menjadi manusia,” ujarnya.
Kunjungi link google scholar pemateri di : https://scholar.google.com/citations?user=4xVmnIwAAAAJ&hl=id
