
Kehadiran para akademisi kampus ini disambut hangat oleh perwakilan Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), yakni Ibu Eka Rose Indrawati dan Bapak Nanda Yoga Rohmana yang bertugas sebagai Satgassus Penyidikan Kejaksaan.
Dalam sambutannya, Eka Rose Indrawati mengapresiasi langkah Universitas Tazkia yang membawa mahasiswanya untuk melihat langsung dapur penegakan hukum korupsi di Indonesia. Menurutnya, kunjungan ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa yang tidak berasal dari disiplin ilmu hukum.
"Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa Universitas Tazkia yang sudah meluangkan waktunya untuk lebih banyak mengeksplorasi terkait dengan penanganan perkara, khususnya di Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Hari ini menjadi momentum yang luar biasa untuk kami sebagai penegak hukum, khususnya Satgas Penyidikan, karena bisa memberikan new horizon atau pengetahuan baru bagi adik-adik yang berlatar belakang non-hukum." - EKA ROSE INDRAWATI
Lebih lanjut, ia menaruh harapan besar kepada generasi muda untuk aktif dalam pengawasan pembangunan daerah.
"Kami berharap adik-adik mahasiswa Universitas Tazkia dapat menjadi garda terdepan masyarakat untuk bisa turut mengawasi jalannya pembangunan, terutama di daerahdaerah. Selain itu, kami juga berharap kalian dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat awam terkait hukum, khususnya mengenai pemberantasan korupsi."
Pada kesempatan yang sama, Nanda Yoga Rohmana turut memberikan pemaparan materi komprehensif terkait tindak pidana korupsi. Ia menekankan pentingnya peran elemen mahasiswa dalam ekosistem pencegahan korupsi di masyarakat.
"Hari ini saya menyampaikan materi terkait tindak pidana korupsi. Saya berharap teman-teman mahasiswa lebih memahami bagaimana terkait pencegahan tindak pidana korupsi, kemudian secara normatif mendapat gambaran mengenai tindak pidana korupsi. Ke depannya, saya harap teman-teman bisa lebih berperan sebagai social engineering, menjadi sarana pencegahan, dan bertindak sebagai lembaga pengawas dari kalangan mahasiswa." - NANDA YOGA ROHMANA
Antusiasme pihak Kejaksaan Agung disambut positif oleh para mahasiswa. Rafa Rabbani, selaku perwakilan mahasiswa Pendidikan IPS Universitas Tazkia, menyampaikan komitmennya untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat dari kunjungan tersebut.
"Kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Ibu Eka Rose, Bapak Nanda Yoga, serta seluruh jajaran Jampidsus Kejaksaan Agung. Pengalaman ini membuka mata kami secara riil bahwa pemberantasan korupsi memerlukan sinergi multidisiplin ilmu." - RAFA RABBANI
Rafa juga menegaskan kesiapan rekan-rekannya untuk mengambil peran aktif di masyarakat. "Sebagai mahasiswa Pendidikan IPS, wejangan untuk menjadi agen social engineering dan pengawas jalannya pembangunan akan kami ejawantahkan secara konkret, baik dalam diskursus akademik kampus maupun kontribusi nyata di tengah masyarakat sipil demi Indonesia yang lebih bersih," tambahnya.
Kunjungan akademik yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi diskusi dan dokumentasi bersama. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda yang berintegritas dan sadar hukum di masa depan.
