
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada mahasiswa dengan mengintegrasikan materi perkuliahan ke dalam lingkungan belajar nyata, khususnya dalam kajian sejarah, sosial, budaya, dan peradaban masyarakat Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan observasi terhadap berbagai koleksi sejarah, artefak, dokumentasi, serta informasi mengenai perkembangan Kota Batavia pada masa kolonial hingga transformasinya menjadi Jakarta sebagai ibu kota negara. Melalui pendampingan dosen, mahasiswa juga diajak melakukan diskusi akademik dan refleksi pembelajaran untuk mengaitkan temuan lapangan dengan konsep-konsep ilmu sosial yang dipelajari di kelas.
Linda Sari, S.Pd., M.Pd sebagai dosen pendamping menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran luar kelas merupakan salah satu strategi pembelajaran yang penting dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi secara lebih aplikatif dan komprehensif.
“Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui kunjungan edukatif ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung jejak sejarah dan dinamika sosial yang menjadi bagian penting dalam kajian ilmu pengetahuan sosial,” ujarnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Selain memperluas wawasan akademik, kunjungan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian nilai sejarah dan warisan budaya bangsa.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Tadris IPS berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan berbasis pengalaman, guna mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan historis dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan pembelajaran luar kelas di Museum Fatahillah diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap penerapan ilmu sosial dalam konteks kehidupan nyata.
