
Rektor Universitas Tazkia, Muhammad Syafii Antonio, menyoroti pentingnya membangun economic environment yang mendukung pertumbuhan industri halal di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar, namun harus lebih serius dalam mengembangkan sektor-sektor strategis seperti industri fesyen halal agar tidak kalah bersaing dengan pemain global.
Ia mencontohkan dominasi merek internasional seperti Zara dan Uniqlo yang mampu menguasai pasar fesyen global. “Indonesia harus lebih peduli terhadap pengembangan industri fesyen halal. Jangan sampai pasar yang besar justru dikuasai oleh brand global tanpa kita mampu menghadirkan pemain kuat dari dalam negeri,” ujarnya.
Selain fesyen halal, Syafii juga menekankan pentingnya memperkuat rantai ekosistem halal secara menyeluruh. Hal itu mencakup pengembangan sektor logistik halal (halal logistics), sistem keuangan syariah (halal finance), hingga integrasi industri halal dengan riset akademik di perguruan tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Amien Suyitno menilai forum PTKIS nasional menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi Islam untuk saling belajar dan melakukan benchmarking dalam pengembangan kelembagaan pendidikan tinggi.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menyelenggarakan perkuliahan secara konvensional. Materi pembelajaran harus berbasis riset dan terhubung dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM).
“Riset dan pengabdian masyarakat tidak boleh dipisahkan. Keduanya harus menjadi fondasi dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi,” kata Amien.
Ia menambahkan, melalui forum PTKIS nasional ini, perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kolaborasi akademik, meningkatkan kualitas riset, serta mendorong inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Baca artikel serupa : Program Doktor Ekonomi Syariah (S3) Universitas Tazkia Resmi Diperkenalkan dalam Forum PTKIS Nasional
