Platform tanya.fadli.id: Alat Deteksi Dini Penipuan Berbasis AI
Solusi terbaru yang diluncurkan adalah platform web gratis bernama tanya.fadli.id, hasil karya pakar teknologi informasi sekaligus Dosen Teknik Informatika Universitas Pasundan, Miftahul Fadli Muttaqin. Platform ini memanfaatkan teknologi AI untuk menganalisis indikasi penipuan digital sebelum pengguna mengambil keputusan penting.
Untuk menggunakannya, masyarakat cukup memasukkan bukti komunikasi mencurigakan seperti tangkapan layar, teks chat, atau penjelasan kronologis kejadian ke dalam sistem. AI kemudian akan:
-
memeriksa pola bahasa yang mencurigakan,
-
mengevaluasi tautan berisiko,
-
dan membandingkannya dengan basis data modus penipuan terbaru.
Hasil analisis ditampilkan dalam bentuk skor risiko antara 0–100, lengkap dengan rekomendasi langkah yang bisa diambil untuk menghadapi potensi penipuan.
Tingginya Kebutuhan Solusi Perlindungan Digital
Sejak dirilis pada 1 Januari 2026, tanya.fadli.id mencatat ribuan kunjungan setiap hari, menunjukkan kebutuhan besar masyarakat akan alat deteksi penipuan yang praktis dan efektif.
Di tengah maraknya penipuan digital, masyarakat sering kali bertindak tanpa verifikasi, sehingga kehilangan dana atau bahkan mengalami kebocoran data pribadi. Dengan adanya platform ini, diharapkan setiap pengguna memiliki alat tambahan untuk menyaring potensi risiko sejak dini.
Komitmen pada Keamanan Data
Pengembang menegaskan bahwa perlindungan data pribadi menjadi prioritas. Secara default, sistem tidak mempublikasikan data pengguna. Jika pengguna memilih berbagi pengalaman, informasi sensitif secara otomatis disensor sehingga privasi tetap terjaga.
Mengapa Deteksi Dini Penting?
Penipuan digital kini mengincar berbagai lapisan masyarakat dengan teknik rekayasa sosial (social engineering) yang semakin canggih, termasuk penggunaan konten palsu yang meyakinkan. Dalam banyak kasus, korban baru menyadari risiko setelah kerugian terjadi. Platform deteksi dini berbasis AI seperti tanya.fadli.id diharapkan menjadi bagian dari solusi literasi digital yang dapat membantu mengurangi angka kerugian dan meningkatkan kewaspadaan pengguna internet di Indonesia.

