Peran Tugas dan Cara Menjadi Konsultan Bisnis Syariah Sharia Business Consultant

Apa Itu Sharia Business Consultant?

Sharia Business Consultant adalah profesional yang membantu perusahaan atau pelaku usaha menjalankan bisnis sesuai prinsip syariah Islam. Fokusnya bukan hanya pada profit, tetapi juga pada aspek kepatuhan terhadap hukum Islam (sharia compliance), etika bisnis, serta keberkahan usaha.

Prinsip yang menjadi dasar biasanya merujuk pada fatwa dan regulasi dari lembaga seperti:

  • Majelis Ulama Indonesia (MUI)

  • Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI)

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Konsultan ini memastikan model bisnis, akad, sistem keuangan, hingga produk yang ditawarkan tidak bertentangan dengan prinsip syariah seperti larangan riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (spekulasi berlebihan).

Tugas dan Tanggung Jawab Sharia Business Consultant

Secara umum, berikut beberapa peran utama konsultan bisnis syariah:

1. Audit dan Review Kepatuhan Syariah

Melakukan evaluasi terhadap sistem bisnis, kontrak, dan produk untuk memastikan sesuai dengan fatwa dan regulasi syariah.

2. Penyusunan Akad dan Struktur Bisnis

Membantu merancang akad seperti:

  • Murabahah

  • Mudharabah

  • Musyarakah

  • Ijarah

Agar sesuai secara fiqh dan legal.

3. Transformasi Bisnis Konvensional ke Syariah

Mendampingi perusahaan yang ingin beralih dari sistem konvensional ke sistem syariah, baik secara penuh maupun parsial.

4. Sertifikasi dan Legalitas Halal

Membantu proses sertifikasi halal melalui lembaga seperti Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), terutama untuk bisnis produk dan makanan.

5. Edukasi dan Training Internal

Memberikan pelatihan kepada manajemen dan karyawan tentang prinsip ekonomi syariah dan implementasinya dalam operasional bisnis.

Skill yang Dibutuhkan

Untuk menjadi Sharia Business Consultant yang kredibel, ada beberapa kompetensi penting:

1. Pemahaman Fiqh Muamalah

Menguasai konsep transaksi dalam Islam, termasuk struktur akad dan larangan-larangan dalam bisnis.

2. Pengetahuan Manajemen dan Keuangan

Memahami business model, cashflow, laporan keuangan, serta strategi pertumbuhan usaha.

3. Regulasi dan Kepatuhan

Mengerti aturan dari OJK, DSN-MUI, serta regulasi pemerintah terkait industri halal.

4. Analytical & Problem Solving Skill

Karena seringkali kasus di lapangan tidak hitam-putih, perlu pendekatan strategis sekaligus syariah-compliant.

Cara Menjadi Sharia Business Consultant

Berikut langkah realistis yang bisa ditempuh:

1. Pendidikan yang Relevan

Ambil jurusan seperti:

  • Ekonomi Syariah

  • Perbankan Syariah

  • Hukum Ekonomi Syariah

  • Akuntansi Syariah

Institusi seperti Institut Agama Islam Tazkia dikenal memiliki fokus kuat pada ekonomi dan keuangan syariah.

2. Mengikuti Sertifikasi

Ikuti sertifikasi terkait:

  • Konsultan keuangan syariah

  • Auditor syariah

  • Sertifikasi halal

Sertifikasi meningkatkan kredibilitas di mata klien dan institusi.

3. Pengalaman Praktis

Magang atau bekerja di:

  • Bank syariah

  • Lembaga keuangan syariah

  • Perusahaan halal

  • Kantor konsultan bisnis

Pengalaman lapangan sangat menentukan kualitas analisis.

4. Bangun Personal Branding

Di era digital, personal branding penting. Edukasi platform melalui:

  • LinkedIn

  • Webinar

  • Podcast ekonomi syariah

Posisikan diri sebagai problem solver, bukan sekadar teoritikus.

Memilih Universitas Tazkia sebagai tempat studi adalah langkah strategis bagi calon Sharia Business Consultant karena Tazkia dikenal sebagai institusi yang fokus dan konsisten di bidang ekonomi serta keuangan syariah. Kurikulumnya terintegrasi antara fiqh muamalah, akuntansi syariah, manajemen bisnis, hingga praktik industri, sehingga lulusannya tidak hanya kuat secara teoritis tetapi juga siap terjun ke dunia profesional. Dengan jejaring industri dan lingkungan akademik yang berbasis nilai Islam, Tazkia menjadi ekosistem yang tepat untuk membentuk konsultan bisnis syariah yang kompeten, kredibel, dan relevan dengan kebutuhan pasar.