BPJPH Pacu Akselerasi WHO 2026 Strategi Nasional Menuju Pusat Halal Dunia

Dalam rangka menyukseskan agenda besar tersebut, BPJPH menetapkan target ambisius dengan membidik penerbitan 3,5 juta sertifikat halal di tahun ini. Target tersebut dipandang sebagai langkah krusial untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional.

Dukungan Anggaran dan Kuota SEHATI

Sebagai bentuk dukungan nyata bagi para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK), pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran yang cukup signifikan. Pada tahun anggaran 2026, tercatat dana sebesar lebih dari Rp310 miliar dikucurkan untuk membiayai program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI).

Anggaran tersebut diproyeksikan dapat memfasilitasi sebanyak 1.350.000 kuota sertifikat melalui skema self-declare. Inisiatif ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil agar dapat memenuhi kewajiban sertifikasi tanpa harus terbebani oleh biaya pendaftaran.

Sinergi Daerah dan Penguatan Infrastruktur

BPJPH juga menerapkan strategi kolaborasi lintas sektor dengan merangkul berbagai Pemerintah Daerah (Pemda). Sinergi ini dirancang untuk menciptakan efek pengganda dalam proses percepatan sertifikasi. Kemitraan dengan Pemda tersebut diharapkan dapat berkontribusi menyumbang setidaknya 200.000 sertifikat halal tambahan melalui berbagai inisiatif daerah masing-masing.

Selain fokus pada angka sertifikasi, kerja sama ini juga diarahkan pada aspek pengembangan infrastruktur layanan. Saat ini, rencana penyediaan dan pembangunan kantor-kantor perwakilan BPJPH di daerah tengah dimatangkan. Kehadiran kantor perwakilan ini diharapkan dapat memperpendek alur koordinasi, mempercepat layanan verifikasi lapangan, serta memastikan pengawasan jaminan produk halal berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput.

Visi Global Halal Hub 2029

Transformasi yang dilakukan menuju WHO 2026 ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang pemerintah Indonesia. Fokus utama saat ini tidak hanya berhenti pada pemenuhan target domestik, melainkan untuk memposisikan Indonesia sebagai Global Halal Hub atau pusat halal dunia.

Pemerintah memproyeksikan target yang lebih masif untuk masa depan, yaitu sebanyak 35 juta produk tersertifikasi halal pada tahun 2029. Dengan basis data produk halal terbesar di dunia, Indonesia diharapkan mampu memimpin pasar halal global dan menjadi rujukan utama bagi standar kualitas produk halal di kancah internasional.

Upaya yang dilakukan BPJPH dalam memacu percepatan WHO 2026 ini menjadi penanda keseriusan Indonesia dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis produk berkualitas dan terjamin kehalalannya.