Dosen Tazkia Punya Tips Cara Menjadi Pribadi yang Lebih Dewasa dalam Menghadapi Masalah!
Oleh : Aminah Nuriyah, M.E. Pada agenda Monday Briefing Universitas Tazkia tanggal 2 November 2026, seluruh civitas akademika diajak untuk merenungkan kembali esensi kedewasaan dalam lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari. Masalah adalah hal yang pasti datang; yang membedakan setiap individu bukanlah ada atau tidaknya masalah, melainkan bagaimana cara menghadapinya.
Universitas Tazkia
Sesi edukatif pada briefing pagi ini disampaikan langsung oleh Dosen Universitas Tazkia, Aminah Nuriyah, M.E. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya membangun ketahanan mental dan kecerdasan emosional bagi civitas akademika. Beliau membagikan panduan praktis agar setiap insan akademis mampu menyikapi setiap tantangan kerja maupun akademik secara bijak, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai Islami.
Kedewasaan seseorang bukan diukur dari usia atau jabatan, melainkan terlihat dari caranya merespons saat keadaan tidak berjalan sesuai harapan.
Ciri Pribadi Dewasa dan Efektif Untuk menjadi pribadi yang responsif (bukan reaktif), terdapat tiga aspek utama yang perlu diterapkan:
Bertanggung Jawab: Mengakui peran diri dalam suatu masalah tanpa mencari kambing hitam.
Mengelola Emosi: Merasakan emosi tanpa membiarkan diri dikuasai olehnya.
Berorientasi Solusi: Berfokus pada pertanyaan "Apa yang bisa saya lakukan?" daripada menyalahkan situasi.
Menggunakan Teknik S-T-O-P dalam Mengendalikan Diri
Saat menghadapi tekanan atau situasi sulit, kita disarankan untuk menerapkan teknik STOP agar emosi tidak mengambil alih keputusan:
Stop (S): Berikan jeda 5–10 detik sebelum bicara atau bertindak.
Tarik Napas (T): Napas dalam untuk menenangkan kondisi tubuh.
Observasi (O): Amati fakta dan pahami emosi yang sedang dirasakan.
Pilih Respons (P): Ambil tindakan yang konstruktif dan sejalan dengan tujuan bersama.
Menjaga Hubungan dan Mengfokuskan Energi
Dalam menyelesaikan dinamika pekerjaan, penting untuk memisahkan antara persoalan dengan individu terkait (kritik situasinya, bukan pribadinya) serta mendengarkan untuk memahami.
Fokuskan energi pada Lingkaran Kendali yaitu sikap, ucapan, dan respons diri sendiri daripada menghabiskan energi untuk hal-hal di luar kendali seperti perilaku orang lain atau kejadian yang sudah berlalu.
Sebagai panduan spiritual, kita diingatkan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (QS. Al-Baqarah: 286), dan bersama kesulitan selalu ada kemudahan (QS. Al-Insyirah: 5–6). Pribadi yang kuat adalah mereka yang mampu menahan diri ketika marah (HR. Bukhari & Muslim).
Komitmen Bersama Hari Ini
Jeda Dulu: Beri waktu 5–10 detik sebelum merespons saat emosi naik.
Fokus pada Aksi: Ambil satu langkah kecil yang nyata daripada mengeluh.
Komunikasi Terbuka: Bicara secara langsung dan santun untuk mencari solusi bersama.
Kedewasaan bukan tentang tidak punya masalah, melainkan bagaimana kita bertumbuh melaluinya.