Lebih dari sekadar pengenalan lingkungan kampus, orientasi menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mendapatkan bekal dari berbagai perspektif, mulai dari pembinaan nilai dan karakter, pengalaman dalam membangun kebermanfaatan, hingga kisah alumni yang telah melanjutkan kiprahnya di tingkat global.

Dalam sesi pembinaan mahasiswa, Prof Syafii Antonio menekankan bahwa perjalanan sebagai mahasiswa tidak dapat dilepaskan dari amanah dan ketauhidan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menjadikan Allah Subhanahu wa Ta‘ala sebagai landasan dalam setiap proses kehidupan.

“Insan yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala, berlandaskan kepada tauhid. Everything comes from Allah, everything belongs to Allah. Everything shall return to Allah Subhanahu wa Ta‘ala.”

Menurutnya, status yang melekat dalam kehidupan seseorang juga merupakan bentuk amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

“Menjadi mahasiswa adalah amanah, menjadi dosen adalah amanah. Menjadi umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah amanah.”

Pesan tersebut menjadi fondasi bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana menjalankan tanggung jawab dan membentuk diri sebagai insan yang memiliki nilai.

Semangat untuk terus bergerak dan menyelesaikan apa yang telah dimulai kemudian hadir dalam talkshow bersama Oki Setiana Dewi. Berbagi pengalaman mengenai perjalanan hidup, dakwah, pendidikan, dan aktivitas profesionalnya, Oki mengajak mahasiswa untuk memiliki keberanian dalam mengejar tujuan.

“There is a will, there is a way.”

Bagi Oki, kemauan untuk terus berusaha menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai proses dan tantangan. Ia juga membagikan pesan yang diberikan orang tuanya sejak dahulu untuk tidak menjalani sesuatu dengan setengah hati.

“Jangan lakukan setengah-setengah. Finish what you start.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa baru bahwa perjalanan pendidikan membutuhkan komitmen. Setiap langkah yang telah dimulai perlu dijalani dengan kesungguhan hingga tuntas.

Semangat yang sama kemudian tercermin dari perjalanan Bazari Azizi, M.Sc., alumni Universitas Tazkia di sesi Sharing Alumnni beliau berbagi pengalaman kepada mahasiswa baru, Bazari mengajak para Tazkian untuk percaya terhadap apa yang mereka lakukan dan menjadikan setiap proses sebagai motivasi untuk terus berkembang.

Perjalanan Bazari menjadi salah satu gambaran bahwa langkah yang dimulai di bangku kuliah dapat membawa seseorang menuju ruang kontribusi yang lebih luas. Ia pun menutup pesannya dengan ajakan sederhana namun kuat kepada mahasiswa baru:

“Jadilah yang terbaik.”

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjadikan setiap pencapaian sebagai bagian dari upaya mengharumkan nama kedua orang tua.

Ketiga pesan tersebut amanah dari Prof Syafii, ketekunan dari Oki Setiana Dewi, serta keteladanan perjalanan dari Bazari menjadi bekal bagi mahasiswa baru Universitas Tazkia untuk memulai babak baru dalam kehidupan mereka.

Semangat Next Pioneers tidak hanya berbicara tentang menjadi generasi yang unggul, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa mampu membangun karakter, menyelesaikan apa yang telah dimulai, serta membawa ilmu dan potensinya untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

Dari langkah pertama di Universitas Tazkia, para mahasiswa baru diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mampu inspiring minds, empowering the future of halal industry generasi yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga berani mengambil bagian dalam membentuknya.