
Program ini berlangsung melalui beberapa tahapan, dimulai dari pelatihan pada 14-16 Juli 2026, dilanjutkan Verifikasi Tempat Uji Kompetensi (TUK) pada 17 Juli 2026, hingga Uji Kompetensi pada 27 Juli 2026. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa kompetensi AI yang dimiliki peserta tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memenuhi standar kompetensi nasional.
Skema sertifikasi yang diikuti berfokus pada Penerapan AI untuk Proses Data, sebuah bidang yang semakin dibutuhkan di dunia akademik maupun industri. Peserta memperoleh pelatihan mengenai pemanfaatan AI dalam pengolahan data, pembersihan data (data cleaning), eksplorasi data, pembuatan visualisasi, penyusunan laporan analisis, hingga pengembangan aplikasi berbasis dashboard.
Dalam sesi praktik, para peserta mempelajari bagaimana memaksimalkan pemanfaatan AI generatif seperti Gemini, ChatGPT dan Claude sebagai asisten kerja untuk menyusun prompt yang efektif, merancang alur analisis, menghasilkan kode Python, serta mendokumentasikan hasil pengolahan data secara lebih sistematis. Selanjutnya, kode yang telah dihasilkan diimplementasikan melalui Google Colab untuk melakukan data cleaning, eksplorasi data, visualisasi, hingga membangun dashboard analitik. Pendekatan ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan teks, tetapi juga mampu mempercepat proses analisis data, membantu pemecahan masalah pemrograman, dan meningkatkan produktivitas dalam penyusunan laporan maupun pengembangan aplikasi berbasis data.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu menghasilkan teks, tetapi juga mampu menjadi asisten analitik yang mempercepat pekerjaan berbasis data dengan tetap mempertahankan validitas proses ilmiah dan kemampuan teknis pengguna.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga memberikan sejumlah manfaat bagi peserta, di antaranya memperoleh kompetensi AI yang siap diterapkan di dunia kerja, sertifikat pelatihan dari Asosiasi AI Indonesia, serta Sertifikat Kompetensi BNSP sebagai pengakuan resmi terhadap kemampuan yang telah diuji sesuai standar nasional.
Adapun dosen Universitas Tazkia yang mengikuti kegiatan ini antara lain Aminah Nuriyah, Wiku Suryomurti, Saniatun Nurhasanah, Dina Diana, Nur Hendrasto, Afif Zaerofi, Thuba Jazil, Achmad Firdaus, Ries Wulandari, Miftakhus Surur, Putri Syifa Amalia, Nabella Dananier, dan Anita Priantina.

Melalui partisipasi dalam program sertifikasi ini, Universitas Tazkia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di era transformasi digital. Penguasaan AI yang dibangun melalui sertifikasi kompetensi diharapkan mampu mendukung lahirnya proses pembelajaran, penelitian, serta inovasi akademik yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap menjunjung tinggi integritas ilmiah.
