Dalam pemaparannya, Prof. Usep menjelaskan bahwa seorang peneliti perlu memiliki visi terhadap langkah berikutnya dalam perjalanan akademiknya. Beliau mengajak peserta untuk selalu zoom in ke tahun berikutnya, sehingga setiap penelitian yang dikerjakan mampu melahirkan ide baru untuk penelitian selanjutnya. Menurutnya, penelitian bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah perjalanan (research is a journey) yang terus berkembang.

Beliau juga membagikan beberapa praktik yang perlu diperhatikan dalam proses penelitian, seperti menyusun kuesioner yang sederhana agar mudah dipahami oleh responden. Selain itu, peserta diingatkan untuk tetap kritis terhadap kualitas data, termasuk ketika menggunakan layanan penyedia survei, karena data yang terlihat terlalu sempurna belum tentu mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Di hadapan peserta yang didominasi mahasiswa pascasarjana, Prof. Usep turut menyampaikan pesan agar tidak meremehkan potensi mahasiswa program sarjana. Menurutnya, setiap generasi memiliki cara tersendiri dalam belajar, beradaptasi, dan menghasilkan karya ilmiah. Oleh karena itu, para akademisi perlu memberikan ruang, dukungan, dan pendampingan agar mahasiswa dapat terus berkembang melalui penelitian dan publikasi ilmiah.

Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa kualitas seorang akademisi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya penelitian yang dihasilkan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga konsistensi, membangun ide secara berkelanjutan, serta membimbing generasi berikutnya untuk terus berkarya melalui penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.