
Kegiatan ini menghadirkan Ria Aprilia Ariestianie, seorang career & personal development coach, yang membagikan berbagai strategi praktis agar lulusan baru memiliki kesiapan menghadapi persaingan di dunia profesional.
Dalam pemaparannya, Ria menjelaskan lima langkah penting dalam membangun karier, yaitu menemukan bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat (career sweet spot), membangun personal branding melalui LinkedIn, menyusun curriculum vitae (CV) yang efektif, mempersiapkan diri menghadapi wawancara kerja, serta memahami mekanisme Leaderless Group Discussion (LGD).
Menurutnya, personal branding kini menjadi salah satu aspek yang banyak diperhatikan oleh perusahaan dalam proses rekrutmen. Karena itu, mahasiswa didorong untuk mengoptimalkan profil LinkedIn dengan menggunakan foto dan headline profesional, menulis ringkasan diri yang menarik, mencantumkan pengalaman yang relevan, serta aktif membagikan karya maupun aktivitas yang mencerminkan kompetensi.
"CV menunjukkan apa yang sudah kamu lakukan, sedangkan aktivitas yang kamu bagikan menunjukkan bagaimana kamu berpikir, berkembang, dan membangun jejaring. Rekruter sering melihat itu sebagai nilai tambah seorang kandidat," ujarnya.
Pada sesi penyusunan CV, Ria menegaskan bahwa terdapat empat komponen utama yang harus dimiliki setiap CV, yakni identitas diri, riwayat pendidikan, pengalaman yang relevan, serta keterampilan, baik soft skill maupun hard skill, yang sesuai dengan posisi yang dilamar.
Memasuki pembahasan mengenai wawancara kerja, Ria mengingatkan peserta agar tidak mengabaikan hal-hal mendasar yang sering kali menentukan kesan pertama di hadapan rekruter. Mulai dari datang tepat waktu, berpakaian rapi dan sopan, mempelajari profil perusahaan sebelum wawancara, hingga tampil percaya diri tanpa meninggalkan sikap rendah hati.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk mengenali diri sendiri sebelum mengikuti proses seleksi. Ketika ditanya mengenai kelebihan dan kekurangan, pelamar sebaiknya menjawab secara jujur sekaligus menjelaskan upaya nyata yang telah dilakukan untuk memperbaiki kelemahan tersebut. Menurutnya, kejujuran dan kemampuan melakukan refleksi diri justru menjadi nilai yang dicari oleh banyak perusahaan.
Menutup sesi pelatihan, Ria mengingatkan peserta agar tidak berusaha menjadi pribadi yang berbeda hanya demi memenuhi ekspektasi rekruter.
"Be honest, be yourself, be-YOU-tiful. Tunjukkan diri apa adanya, karena setiap orang punya keunikan dan potensi yang berbeda," pesannya.
Melalui pelatihan ini, Tazkia Career Development Center berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam menyusun CV dan menghadapi wawancara kerja, tetapi juga mampu membangun citra profesional sejak masih berada di bangku kuliah sebagai bekal memasuki dunia kerja.
