Webinar internasional ini secara khusus membedah implementasi VBI (Value-based Intermediation) atau Perantaraan Berbasis Nilai sebagai strategi masa depan industri perbankan syariah dunia. VBI merupakan sebuah konsep di mana perbankan syariah tidak hanya fokus mencari keuntungan materi, melainkan juga mengutamakan dampak nyata bagi manusia (People), kelestarian alam (Planet), dan kemakmuran bersama (Prosperity).

Acara berskala internasional ini dibuka secara resmi oleh pimpinan dan akademisi senior dari FEBS Universitas Tazkia, yaitu Ustadz Dr. Dedy Rachmad, Lc., M.Sh.Ec (Ketua Program Magister Ekonomi Syariah) dan Dr. Ries Wulandari (Wakil Dekan FEBS sekaligus Dosen di Universitas Tazkia).

Bertindak sebagai peninjau ahli (Reviewer) adalah pakar global terkemuka: Assoc. Prof. Dr. Ismail Nizam (Head of MBA INCEIF University) dan Dr. Nurhuda Othman (Deputy Director i-RISE, ISRA Institute, INCEIF University). Selain itu, forum ini menjadi wadah aktualisasi bagi 8 mahasiswa program Magister Ekonomi Syariah Universitas Tazkia yang tampil sebagai pemapar riset (Presenter), menunjukkan kualitas riset akademis FEBS Tazkia yang berdaya saing tinggi.

Poin Penting Diskusi Materi VBI:

  1. Gambaran Besar VBI (Big Picture): Mengubah pola pikir perbankan syariah agar memiliki jiwa wirausaha, tata kelola yang transparan, dan inklusif. Transformasi ini didukung penuh oleh regulasi yang kondusif dari bank sentral (seperti Bank Negara Malaysia/BNM) serta gerakan aktif dari para pemangku kepentingan (investor, nasabah, pemerintah, hingga LSM).

  2. Keterkaitan VBI dengan SDGs dan Maqasid Syariah: Konsep keuangan berkelanjutan ini selaras dengan tujuan esensial hukum Islam (Maqasid Syariah), yakni mendatangkan kemaslahatan (promoting well-being) dan mencegah kerusakan (preventing harm). Nilai perlindungan terhadap Agama, Jiwa, Akal, Keturunan, dan Harta dijabarkan ke dalam aksi nyata yang mendukung penuh 17 Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

Melalui keikutsertaan aktif dalam forum internasional ini, FEBS Universitas Tazkia membuktikan komitmen berkelanjutannya dalam mencetak generasi ekonom syariah yang adaptif terhadap isu global serta berkontribusi nyata pada kebijakan ekonomi yang maslahat bagi masyarakat luas.