
Acara tersebut dihadiri oleh 30 jamaah asal Syiar Montreal yg di ketuai oleh Faridudi Rifai dengan latar belakang profesional, pebisnis, dan pelajar. Turut hadir tuan rumah acara Sigit Afrianto - profesional kedirgantaraan (aerospace) senior di area Montreal yang saat ini bekerja sebagai Pneumatics Senior Engineering Specialist di Airbus Canada. “Masyarakat dan diaspora Indonesia di Montreal sering kali berpartisipasi dalam perayaan dan parade Hari Kemerdekaan Kanada. Mereka biasanya menampilkan pertunjukan budaya seperti tarian tradisional dan mengenakan busana batik untuk memperkenalkan Indonesia di tengah keberagaman Kanada. Ada juga acara Pertemuan Diaspora Musim Panas: Organisasi seperti PERMIKA Montreal (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Kanada cabang Montreal) dan berbagai komunitas keagamaan/sosial yang berafiliasi dengan KBRI Ottawa sering menggelar acara summer gathering (kumpul musim panas), arisan, dan piknik bersama untuk mempererat tali silaturahmi. Ada juga Festival Budaya dan Kuliner Musim Panas di Montreal terkenal dengan festival kulinernya. Komunitas Indonesia sering berpartisipasi dalam festival kuliner atau acara kebudayaan ASEAN (bekerjasama dengan perwakilan negara tetangga) untuk mengenalkan cita rasa makanan dan kopi khas Indonesia kepada publik Kanada” jelas Sigit dalam sambutannya.
Adapun Sitti Sahro Locke selaku Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa USA mengajak para hadirin untuk mendukung program kemanusiaan dan bimbingan ke-Islaman bagi muallaf yang dijalankan selama ini.
Madam Ani menjelaskan tentang zakat, infaq, sedekah dan wakaf yang dampak sebenarnya adalah bagi yang menunaikan, bukan hanya untuk kaum fakir miskin. Serta hukum waris Islam adalah aturan ketat yang mengatur perpindahan harta dari seseorang yang meninggal kepada ahli warisnya. “Aturan dalam Islam mengenai hibah, wasiat, dan waris bertujuan menciptakan keadilan dan mencegah konflik. Dampaknya mencakup kepastian hukum dan ekonomi bagi keluarga, namun memerlukan pemahaman agar tidak memicu perselisihan, ujar Madam Ani yang sudah ketiga kalinya mengadakan acara majelis ilmu di Kanada ini.
Selanjutnya Madam Ani akan keliling ke beberapa tempat antara lain Kingston, Toronto, kemudian ke Amerika yaitu ke Chicago, New York, Washington DC, Florida, dan Baltimore. Selain mengisi acara halaqah, Madam Ani yang merupakan Guru Besar Universitas Tazkia turut berperan aktif dalam mengadakan konferensi kali kedua yaitu International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC) 2026 yang akan digelar di Bank Dunia di Washington DC, pada 15 - 16 Juli 2026 bersama-sama IMAAM, Tazkia, Sakinah Finance, dan EDS16.
Sumber: Humas Sakinah Finance
