Simposium Pemuda Nasional Tazkia Bogor Bahas Moralitas Ketahanan Pangan dan Financial Freedom Menuju Indonesia Emas 2045

Acara dibuka oleh Rektor Universitas Tazkia, Prof. Dr. M. Syafii Antonio, yang menekankan pentingnya nilai-nilai universal dalam pembentukan karakter pemimpin masa depan. Beliau memperkenalkan T.A.Z.K.I.A Values: Tauhid, Amanah, Zero Defect Quality, Knowledge Competence, Innovative Istiqamah, dan Achievement Through Teamwork.

“Kami sangat bersyukur bisa ketemu hari ini, menjelaskan juga tentang T.A.Z.K.I.A Values. Mahasiswa punya peran penting untuk kontrol moral, di antaranya demo yang sehat, dan menyampaikan bahwa korupsi tidak baik,” ujar Prof. Syafii Antonio.

Prof Syafii Antonio Simposium Pemuda Nasional

Sentimen serupa disampaikan oleh Indra Mahfudzhi, Ketua BEM Universitas Tazkia, yang membakar semangat peserta.

“Kita adalah calon pemimpin bangsa ini. Hidup Mahasiswa!” serunya.

Simposium ini menghadirkan pembicara kunci dari pemerintahan dan dunia usaha. Dr. Prayudi Syamsuri, SP, MSI, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, menyoroti fokus utama Presiden Prabowo Subianto di sektor pangan.

Dr Prayudi Syamsuri

“Fokusnya Presiden Prabowo Subianto, yaitu di bidang pangan. Karena penduduk itu tumbuh, apabila pangannya tidak ada maka akan kelaparan. Bisnis yang paling menguntungkan adalah pangan,” jelas Dr. Prayudi.

Sementara itu, Iqbal Shoffan Shofwan, Direktur Jenderal Perdagangan dalam Negeri, Kementerian Perdagangan RI, fokus membahas strategi ekonomi dan persiapan menghadapi Indonesia Emas 2045. Ia mendorong para pemuda untuk mencapai "Financial Freedom" dan memahami pentingnya Golden Ratio dalam ekonomi di tahun 2045.

Iqbal Shoffan Shofwan

“Kita harus bisa Financial Freedom. Skill dan kompetensi harus bersandingan. Maka adanya peran antara koneksi IQ, EQ, dan SQ. Pedagang juga harus bisa offline to online yang biasa disebut juga dengan omni channel,” tegasnya, sembari menyarankan agar pengusaha muda berani mencoba ekspor.

Adi, Kepala Bagian Menkoperasi, kembali menggarisbawahi relevansi nilai kampus dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan, “Zero Defect Quality apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Nilai Tazkia) maka akan bagus.”

Adi Kepala Bagian Menkoperasi

Simposium ini berhasil memberikan wawasan komprehensif kepada mahasiswa Bogor Raya tentang tantangan dan peluang yang akan dihadapi bangsa di masa depan, menegaskan peran sentral pemuda sebagai agen perubahan.