Soft Launching PAKTA INTEGRITAS IFACE Serta Pentahelix

Dalam sambutannya, Pak Yaser menyampaikan bahwa Universitas Tazkia memiliki sumber daya manusia yang memahami nilai-nilai syariah dan siap berkontribusi lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, pendidikan di Tazkia tidak hanya mengejar output, tetapi juga outcome yang memberikan dampak nyata.

Penasihat ICMI Bogor, Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, menegaskan pentingnya mengambil peran dalam perubahan zaman. Ia mengutip pesan tokoh wartawan Rosihan Anwar bahwa media dan berita sejatinya adalah sarana untuk mengkomunikasikan harapan kepada masyarakat.

Sementara itu, Harlan Bestari Bengardi membagikan refleksi tentang dunia perfilman dan kehidupan. Ia menyebut bahwa film bukan sekadar hiburan, tetapi medium yang menghadirkan jiwa dan nilai dari para pembuatnya. Harlan juga menyoroti pentingnya membangun mental pengusaha di tengah masyarakat Indonesia, bukan hanya mental pekerja.

Pandangan serupa disampaikan Dr. Arijulmanan yang menekankan bahwa karya film dapat menjadi sarana memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Ia mengajak generasi muda untuk menghadirkan film-film yang membawa nilai syariah dan menjadi penyeimbang dari konten negatif yang berkembang saat ini.

Dr. Sutopo turut menjelaskan bahwa ICMI Film Academy hadir dengan tujuan menyebarkan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin melalui industri kreatif dan perfilman.

Di tengah perkembangan zaman yang bergerak cepat dan penuh ketidakpastian (VUCA), Pak Abas mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan teknologi dan pola komunikasi masyarakat.

Sementara itu, Dr. Ridho menyoroti bagaimana era digital membuat manusia dapat memperoleh informasi secara real time dari berbagai belahan dunia. Menurutnya, momentum seperti ini harus dimanfaatkan dengan bijak, termasuk dalam pengembangan media, informasi, dan ekosistem affiliator yang positif.

Melalui forum ini, para peserta berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat melalui semangat:

“Connect Ideas, Create Ecosystem, Build The Future of Islamic Indonesian Film Industry.”