
Dalam Islam, menuntut ilmu dan mengajarkannya merupakan amalan yang memiliki kedudukan istimewa. Seorang guru bukan hanya menjalankan profesi, tetapi juga membawa amanah untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat kepada banyak orang.
Perkembangan AI menghadirkan berbagai kemudahan dalam proses pembelajaran. Namun, teknologi tidak dapat menggantikan empati, keteladanan, maupun sentuhan kemanusiaan yang dimiliki seorang guru.
Guru berperan sebagai pembimbing yang membantu peserta didik memahami kehidupan, mengambil keputusan, membangun akhlak, dan mengembangkan potensi diri. Karena itulah, profesi guru akan selalu relevan meskipun dunia pendidikan terus mengalami transformasi digital.
Menjadi guru berarti memilih jalan pengabdian yang mungkin tidak selalu mudah, tetapi penuh makna. Setiap ilmu yang diajarkan, setiap karakter yang dibentuk, dan setiap generasi yang berhasil dibimbing menjadi investasi kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan sepanjang masa.
Universitas Tazkia melalui Program Social Science Education berupaya melahirkan pendidik yang profesional, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Harapannya, para lulusan tidak hanya menjadi guru yang kompeten, tetapi juga menjadi sosok yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta memperoleh sebaik-baik balasan dari Allah SWT atas ilmu yang terus mereka sebarkan.
