
Salah satu buktinya adalah film pendek berjudul "Tapak Kaki yang Dirindukan", sebuah karya yang diproduksi oleh mahasiswa KPI Universitas Tazkia dengan mengangkat kisah hubungan seorang ibu dan anak, tentang mimpi yang tertunda, bakti kepada orang tua, serta kerinduan untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Film tersebut digagas oleh Muhammad Fitrino Sanitra dan Rudi Rahmat Ilahi sebagai karya akademik yang memadukan kemampuan riset, penulisan naskah, storytelling, hingga produksi audio visual. Dalam prosesnya, keduanya mendapatkan pendampingan dari dosen Sutopo dan Erus Effendi sehingga setiap tahapan produksi tidak hanya mengedepankan kreativitas, tetapi juga memiliki dasar keilmuan yang kuat.
Cerita dalam film berpusat pada seorang ibu yang diam-diam menyimpan impian untuk berangkat ke Tanah Suci. Kerinduan itu ia ungkapkan dengan berlatih gerakan tawaf di rumah. Tanpa disadari, momen tersebut menjadi titik balik bagi sang anak untuk memahami harapan ibunya dan berusaha mewujudkan impian yang selama ini terpendam.
Agar alur cerita mampu membangun emosi penonton secara bertahap, tim produksi menerapkan pendekatan naratif Tzvetan Todorov. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa belajar bahwa teori komunikasi tidak hanya dipahami di ruang kelas, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung dalam proses menciptakan sebuah karya sinematik.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran yang dekat dengan dunia industri, produksi film ini juga melibatkan kolaborasi dengan Tazkia Tours & Travel. Kerja sama tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melakukan riset lapangan sekaligus menghadirkan gambaran perjalanan ibadah yang lebih autentik dalam cerita.
Pendekatan pembelajaran seperti ini menjadi salah satu ciri Program Studi KPI Universitas Tazkia. Mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman mengenai komunikasi, penyiaran, media digital, dan storytelling, tetapi juga diberi kesempatan mengembangkan karya nyata yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif.
Selain produksi film, mahasiswa juga dapat mengembangkan berbagai proyek kreatif lainnya, seperti podcast, dokumenter, kampanye digital, hingga produksi konten multimedia sebagai bagian dari pembelajaran. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh selama kuliah tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga menghasilkan portofolio yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.
Melalui berbagai proyek tersebut, mahasiswa belajar bekerja dalam tim, menyusun strategi komunikasi, mengelola produksi, memecahkan masalah di lapangan, serta menyampaikan pesan kepada publik melalui media kreatif. Kompetensi inilah yang semakin dibutuhkan di era industri digital yang terus berkembang.
Bagi calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang perfilman, content creation, broadcasting, maupun media digital, Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Tazkia membuka ruang untuk belajar sekaligus berkarya. Karena di sini, perjalanan menjadi kreator tidak menunggu setelah lulus melainkan dimulai sejak menjadi mahasiswa.
Film pendek "Tapak Kaki yang Dirindukan" kini telah resmi dirilis dan dapat disaksikan oleh masyarakat melalui platform digital. Karya ini menjadi bukti nyata bagaimana proses pembelajaran di Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Tazkia mampu melahirkan karya kreatif yang tidak hanya memenuhi capaian akademik, tetapi juga menyampaikan pesan yang dekat dengan kehidupan. Saksikan film selengkapnya melalui tautan berikut: Tapak Kaki Yang Dirindukan - Short Movie
