
Rektor Universitas Tazkia, Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec., hadir sebagai salah satu pembicara. Ia membahas pentingnya membangun perubahan dari dalam diri. Menurutnya, setiap manusia telah dianugerahi fitrah yang baik oleh Allah sehingga perubahan menuju kehidupan perlu dimulai dari cara berpikir, dan hati, lalu diwujudkan melalui tindakan nyata.
"Kalau kita bisa mengubah pikiran kita, mengubah hati kita, dan mengubah tindakan kita, insya Allah kita akan menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Prof. Syafii di hadapan ribuan peserta.
Dalam pemaparannya, Prof. Syafii menjelaskan bahwa banyak orang mengalami kesulitan untuk berkembang bukan karena kurang memiliki kemampuan, melainkan karena terjebak pada pola pikir yang keliru. Rasa takut yang berlebihan, keyakinan yang membatasi diri, prasangka negatif, hingga bayang-bayang masa lalu sering kali menjadi penghambat seseorang dalam melangkah.
Ia mengajak peserta untuk mengubah sudut pandang terhadap tantangan hidup. Alih-alih terus memikirkan kemungkinan gagal, seseorang sebaiknya mulai bertanya kepada dirinya sendiri mengenai langkah kecil yang dapat dilakukan hari ini sambil terus belajar, berikhtiar, dan bertawakal kepada Allah SWT.
Prof. Syafii juga mengingatkan bahwa masa lalu seharusnya menjadi pelajaran, bukan menjadi penjara yang menghambat masa depan. Menurutnya, seseorang yang terus terikat pada penyesalan akan sulit bergerak maju dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Selain itu, ia menekankan pentingnya memperbaiki diri dengan memusatkan perhatian pada hal-hal yang berada dalam kendali diri. Sikap berbaik sangka kepada Allah, terus meningkatkan ilmu dan kompetensi, memperbanyak doa, serta berusaha secara maksimal merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk membangun perubahan yang berkelanjutan.
"Jangan fokus pada ketakutan. Fokuslah pada kekuatan Allah. Berbaik sangkalah kepada Allah, terus menambah ilmu dan kompetensi, senantiasa berdoa, lalu melangkah secara maksimal," pesannya.
Melalui materi tersebut, Prof. Syafii mengajak peserta memahami bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Sebaliknya, perubahan lahir dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten dan istiqamah. Sejalan dengan tema Reset Your Life, peserta didorong untuk menjadikan perubahan pola pikir, kebersihan hati, dan tindakan nyata sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
