
Film ini digagas oleh dua mahasiswa, yaitu Muhammad Fitrino Sanitra (NIM 2210409006) dan Rudi Rahmat Ilahi (NIM 2210409003). Keduanya mengembangkan konsep film yang berfokus pada hubungan antara seorang ibu dan anak, dengan narasi yang menyentuh tentang mimpi seorang ibu untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci yang sempat tertunda oleh realitas kehidupan.
Dalam proses akademiknya, proyek film ini dibimbing oleh dua dosen dari Universitas Tazkia, yaitu Sutopo dan Erus Effendi yang memberikan arahan baik dari sisi penelitian komunikasi, storytelling, hingga pendekatan produksi film.
Secara naratif, film ini menggunakan teori struktur cerita dari Todorov yang membagi alur cerita menjadi lima tahap utama: equilibrium (keseimbangan), disruption (gangguan), recognition (kesadaran), attempt to repair (upaya memperbaiki), dan new equilibrium (keseimbangan baru). Melalui pendekatan ini, cerita dalam film dirancang berkembang secara emosional dan sistematis, dimulai dari kehidupan normal seorang ibu dan anak yang sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Konflik muncul ketika terungkap bahwa sang ibu diam-diam berlatih gerakan tawaf di rumah sebagai bentuk kerinduan untuk berangkat ke Tanah Suci. Momen ini menjadi titik kesadaran bagi sang anak yang kemudian berusaha mewujudkan impian ibunya dengan menyiapkan perjalanan umroh.
Menariknya, produksi film ini juga menggandeng mitra industri yaitu Tazkia Tours & Travel sebagai partner kolaborasi.
