
Koh Dennis dan istrinya, Teh Yunda, sedang melakukan perjalanan panjang selama 5 jam bersama bayi kembar mereka. Kekhawatiran muncul, "Bagaimana kalau si kembar rewel dan menangis?" Tak ingin membuat penumpang lain merasa tidak nyaman, mereka pun menyiapkan sebuah kejutan yang sangat manis.
Mereka membagikan cokelat kepada seluruh penumpang. Tapi bukan sembarang cokelat, melainkan cokelat yang dilengkapi dengan catatan kecil dan pita yang cantik. Catatan itu berisi permohonan maaf sebelumnya, dan juga harapan agar para penumpang bisa memaklumi jika nanti bayi mereka rewel. Yang bikin terharu, catatan itu ditulis dalam tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Mandarin, menunjukkan kepekaan Koh Dennis terhadap keberagaman penumpang.
Sikap Koh Dennis ini sontak banjir pujian dari warganet. Banyak yang memuji inisiatifnya yang luar biasa. Ia tidak menunggu bayi-bayinya menangis, melainkan sudah mengambil langkah untuk mencegah ketidaknyamanan. Kisah ini adalah bukti nyata bahwa sedikit perhatian dan kebaikan bisa menciptakan lingkungan yang jauh lebih nyaman dan hangat. Cokelat dan catatan kecil itu bukan hanya "penangkal" tangis bayi, tapi juga "penyebar" senyum dan kehangatan di tengah suasana pesawat yang mungkin tadinya kaku.
Yang menarik, di tengah kesibukannya berdakwah dan mengurus keluarga, Koh Dennis Lim tetap mementingkan pendidikan. Ia diketahui sedang melanjutkan studinya di Universitas Tazkia pada tahun ini. Sebuah inspirasi bagi kita semua bahwa menuntut ilmu tak mengenal usia dan kesibukan.
Ingin Kuliah Bareng Koh Dennis Lim kelas profesional / karyawan? Yuk Kuliah di Universitas Tazkia !
