
Dalam sesi diskusi, kedua institusi saling bertukar gagasan mengenai pengembangan pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam serta strategi peningkatan kualitas akademik. Delegasi dari Universitas Tazkia memaparkan berbagai pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan pendidikan, khususnya dalam penguatan bidang ekonomi syariah, bisnis digital, serta pengembangan industri halal.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah model pembelajaran di Universitas Tazkia yang mengintegrasikan akademisi dan praktisi dalam proses pendidikan. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif bagi mahasiswa, sehingga tidak hanya memahami teori tetapi juga mendapatkan wawasan langsung dari para pelaku industri.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan dari kedua institusi. Dari pihak Universitas Tazkia hadir Wakil Rektor I, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah, Dekan Fakultas Syariah, Direktur LPPM, serta pimpinan unit penjaminan mutu. Sementara dari pihak STAI Al-Bahjah hadir Ketua STAI Al-Bahjah beserta jajaran pimpinan akademik. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertukaran pandangan mengenai pengembangan kurikulum, penguatan kelembagaan, hingga peluang kerja sama akademik di masa depan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih strategis antara kedua institusi dalam berbagai bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kedua pihak sepakat untuk membuka peluang kolaborasi lanjutan, baik dalam pengembangan program akademik, penelitian bersama, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai simbol ukhuwah dan pertukaran ilmu, kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata serta sesi foto bersama. Universitas Tazkia juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat jejaring antar perguruan tinggi Islam demi mendorong lahirnya inovasi dan kontribusi nyata bagi perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
