
Pertemuan yang berlangsung di kantor LAZNAS Al Irsyad Al Islamiyyah ini mempertemukan perwakilan Universitas Tazkia dengan Wakil Direktur lembaga tersebut, Ziad Hadadi. Turut hadir dalam diskusi tersebut Fajar Nugraha, M.I.Kom dan Jhonson Abdul Hadi yang bersama-sama membahas peluang kolaborasi antara lembaga zakat dan institusi pendidikan dalam memperkuat program pemberdayaan berbasis ekonomi syariah.

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga mengidentifikasi setidaknya tiga program potensial yang akan ditindaklanjuti bersama. Program pertama adalah pelatihan usaha digital printing bagi generasi muda yang akan dikembangkan bersama Inkubator Bisnis Universitas Tazkia di Bogor. Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya wirausaha baru berbasis keterampilan dan teknologi.

Program kedua adalah pemberdayaan pengerajin limbah kerang di wilayah Jakarta Utara. Melalui program ini, para pengerajin diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk kerajinan sekaligus memperkuat aspek keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.
Sementara itu, program ketiga adalah pengembangan konsep circular economy berbasis pengelolaan sampah di lingkungan pesantren. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan model ekonomi yang tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
Wakil Rektor III Yaser Taufik Syamlan menyampaikan bahwa Universitas Tazkia terus berupaya menjadi penghubung berbagai elemen dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah.
“Kami sangat berusaha untuk connecting the dots antara kampus, lembaga sosial, industri, dan masyarakat. Harapannya, ekosistem keuangan syariah dapat dibangun mulai dari kampus sehingga konsep Islamic Economic Man (Homo Islamicus) tidak hanya menjadi teori, tetapi benar-benar dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Universitas Tazkia memposisikan diri sebagai ecosystem enabler yang terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi dalam penguatan ekonomi umat.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Tazkia untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Melalui peran sebagai ecosystem enabler, Universitas Tazkia berupaya menghubungkan berbagai elemen akademisi, lembaga sosial, industri, dan masyarakat agar tercipta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Universitas Tazkia juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi serupa dalam membangun program pemberdayaan dan penguatan ekonomi umat, sehingga konsep Islamic Economic Man (Homo Islamicus) dapat diwujudkan tidak hanya dalam tataran konsep, tetapi juga dalam praktik nyata di tengah masyarakat.
