Lompat ke isi
Sistem
Universitas Tazkia
Populer

Simak Penyebab Hujan Lebat di jabodetabek, Ada 3 Fenomena Alam!

Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin pagi (12/1/2026). Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan, hujan deras ini telah menyebabkan banjir yang merendam setidaknya 10 Rukun Tetangga (RT) dan 23 ruas jalan d...

Universitas Tazkia Penulis
·2 menit baca

Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Senin pagi (12/1/2026). Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan, hujan deras ini telah menyebabkan banjir yang merendam setidaknya 10 Rukun Tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di Ibu Kota. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hujan lebat ini dipicu oleh kombinasi beberapa dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal yang terjadi secara bersamaan.

Simak Penyebab Hujan Lebat di jabodetabek Ada 3 Fenomena Alam

Tiga Faktor Utama Penyebab Hujan Lebat

Berikut adalah penjelasan sederhana mengenai ketiga fenomena alam yang menjadi penyebab utama hujan lebat di Jabodetabek:

1. Pengaruh La Nina yang Melemah

La Nina adalah fase negatif dari fenomena iklim global El Niño-Southern Oscillation (ENSO), yang ditandai dengan suhu permukaan laut lebih dingin dari rata-rata di Samudra Pasifik tengah dan timur. Saat ini, BMKG memantau bahwa ENSO sedang menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah.

  • Apa dampaknya? Kondisi La Nina lemah ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air di wilayah Indonesia. Ditambah dengan suhu muka laut yang relatif hangat di perairan Indonesia, pasokan "bahan baku" pembentuk awan hujan menjadi sangat melimpah.

2. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO)

MJO adalah fenomena atmosfer skala besar yang bergerak dari barat ke timur di wilayah tropis, dengan siklus 30 hingga 60 hari. Fenomena ini bisa dianggap sebagai "pengaduk" utama awan-awan hujan.

  • Apa dampaknya? BMKG menyatakan MJO secara spasial aktif melintasi sebagian besar wilayah Jawa, termasuk Jabodetabek. Keberadaan MJO aktif secara signifikan meningkatkan pertumbuhan awan konvektif (awan hujan) di wilayah-wilayah yang dilintasinya.

3. Gelombang Ekuator yang Aktif

Selain MJO, terdapat juga gelombang atmosfer lain seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator yang turut aktif.

  • Apa dampaknya? Gelombang-gelombang ekuator ini dapat memperkuat proses konvektif atau proses naiknya massa udara yang berpotensi menjadi hujan. Kombinasi antara MJO dan gelombang ekuator menciptakan kondisi atmosfer yang sangat mendukung untuk pembentukan hujan lebat.

Langkah Antisipasi

Langkah yang dapat dilakukan masyarakat:

  1. Pantau informasi resmi dari BMKG melalui website www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial @infobmkg.

  2. Hindari berkendara di area banjir atau bawah pohon besar saat angin kencang.

  3. Siapkan rencana darurat keluarga dan pastikan saluran air di rumah berfungsi baik.

  4. Gunakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) dari BMKG untuk memantau cuaca sepanjang rute perjalanan.