Lompat ke isi
Sistem
Universitas Tazkia
Populer

Saat Semua Profesi Dituntut Melek AI, Universitas Tazkia Sudah Menyiapkan Lulusannya Sejak di Bangku Kuliah

Perkembangan teknologi yang semakin pesat kini menjadi perhatian berbagai sektor, termasuk dunia pertahanan. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bahkan menegaskan pentingnya penguasaan teknologi agar sumber daya manusia mampu beradaptasi dengan tantangan yang semakin komplek...

Universitas Tazkia Penulis
·2 menit baca

Perkembangan teknologi yang semakin pesat kini menjadi perhatian berbagai sektor, termasuk dunia pertahanan. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bahkan menegaskan pentingnya penguasaan teknologi agar sumber daya manusia mampu beradaptasi dengan tantangan yang semakin kompleks. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi kebutuhan lintas profesi, bukan lagi sekadar nilai tambah.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Universitas Tazkia terus mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan teknologi dan kreativitas digital. Mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman praktik melalui berbagai proyek yang memanfaatkan AI untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program studi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Di bidang teknologi informasi, mahasiswa mempelajari pengembangan perangkat lunak, analisis data, hingga pemanfaatan AI untuk membangun aplikasi digital yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Sementara di bidang industri kreatif, mahasiswa mengembangkan kemampuan produksi film dan konten digital dengan memanfaatkan teknologi AI sebagai pendukung proses kreatif, mulai dari riset, penulisan naskah, hingga tahap produksi dan pascaproduksi.

Perkembangan AI generatif dalam dua tahun terakhir turut mengubah cara berbagai profesi bekerja. Tidak hanya di bidang teknologi, kemampuan mengolah data kini menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di sektor keuangan, pendidikan, bisnis, pemerintahan, hingga industri kreatif. Kemampuan menyusun prompt yang efektif, melakukan analisis data menggunakan Python, serta menginterpretasikan hasil analisis menjadi nilai tambah yang semakin dicari oleh dunia kerja di tengah pesatnya transformasi digital.

Di sisi lain, tren ekonomi kreatif juga menunjukkan bahwa profesi content creator tidak lagi hanya mengandalkan kemampuan produksi konten semata. Kreator masa kini dituntut mampu memanfaatkan AI untuk riset ide, penulisan naskah, analisis audiens, pengolahan data performa konten, hingga pengembangan visual dan video secara lebih efisien. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa penguasaan AI, analisis data, serta keterampilan digital lintas disiplin semakin penting untuk dipelajari sejak di bangku kuliah agar lulusan mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Tazkia dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara produktif, etis, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun dunia industri.