Lompat ke isi
Sistem
Universitas Tazkia
Populer

Pahami Siklon Tropis: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya bagi Kita

Pernahkah Anda mendengar berita tentang peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG yang menyebutkan adanya "bibit siklon"? Atau mungkin Anda ingat kejadian Badai Seroja yang pernah melanda Nusa Tenggara Timur? Istilah-istilah ini berkaitan erat dengan fenomena alam raksasa yang kita...

Universitas Tazkia Penulis
·2 menit baca

Pernahkah Anda mendengar berita tentang peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG yang menyebutkan adanya "bibit siklon"? Atau mungkin Anda ingat kejadian Badai Seroja yang pernah melanda Nusa Tenggara Timur? Istilah-istilah ini berkaitan erat dengan fenomena alam raksasa yang kita sebut sebagai Siklon Tropis.

Bagi masyarakat awam, istilah ini mungkin terdengar rumit. Namun, memahaminya sangat penting agar kita bisa lebih waspada terhadap potensi bencana banjir, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Pahami Siklon Tropis Pengertian Penyebab dan Dampaknya bagi Kita

Apa Itu Siklon Tropis?

Secara sederhana, siklon tropis adalah badai besar dengan kekuatan angin yang sangat kencang yang tumbuh di atas perairan laut yang hangat. Bayangkan sebuah mesin raksasa yang "bahan bakarnya" adalah uap air dari laut yang panas.

Siklon ini memiliki pusat tekanan udara yang rendah (disebut "mata" siklon) dan dikelilingi oleh awan hujan serta angin yang berputar kencang. Arah putarannya berbeda tergantung lokasi:

  • Di belahan bumi utara, ia berputar berlawanan arah jarum jam.

  • Di belahan bumi selatan (seperti wilayah Indonesia bagian selatan), ia berputar searah jarum jam.

Bagaimana Siklon Tropis Bisa Terbentuk?

Siklon tropis tidak muncul begitu saja. Ada syarat-syarat khusus agar "monster" cuaca ini bisa lahir:

  1. Suhu Laut Hangat: Laut harus memiliki suhu minimal 26,5°C hingga kedalaman 60 meter. Inilah mengapa ia disebut "tropis", karena hanya tumbuh di wilayah tropis yang hangat.

  2. Penguapan Tinggi: Air laut yang hangat menguap dengan cepat membentuk awan-awan tebal (Cumulonimbus).

  3. Gaya Putar Bumi: Rotasi bumi membantu kumpulan awan dan angin ini mulai berputar hingga membentuk pola spiral yang raksasa.

Beda Nama, Satu Fenomena

Seringkali kita bingung dengan istilah Hurricane, Typhoon, dan Cyclone. Sebenarnya, ketiganya adalah fenomena yang sama, hanya penyebutannya yang berbeda tergantung lokasinya:

  • Badai/Hurricane: Sebutan di Samudra Atlantik (dekat Amerika).

  • Topan/Typhoon: Sebutan di Samudra Pasifik Barat (dekat Jepang, Filipina, Cina).

  • Siklon/Cyclone: Sebutan di Samudra Hindia dan sekitar Australia (dekat Indonesia).

Dampak Siklon Tropis di Indonesia

Meskipun Indonesia berada di garis khatulistiwa (yang sebenarnya sulit bagi siklon untuk tumbuh tepat di atasnya), kita sering terkena dampak tidak langsung atau dampak "ekor" dari siklon yang tumbuh di dekat wilayah kita (seperti di selatan Jawa atau utara Sulawesi).

Dampak yang sering dirasakan antara lain:

  • Hujan Lebat Berhari-hari: Menyebabkan potensi banjir dan tanah longsor.

  • Angin Kencang: Dapat merobohkan pohon dan merusak atap rumah.

  • Gelombang Tinggi: Membahayakan nelayan dan kapal yang berlayar, serta memicu banjir rob di pesisir.

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika BMKG mengeluarkan peringatan adanya siklon tropis di dekat wilayah Indonesia:

  1. Pantau terus informasi cuaca dari aplikasi atau media sosial resmi BMKG.

  2. Hindari beraktivitas di laut atau pantai jika gelombang sedang tinggi.

  3. Periksa saluran air dan pangkas pohon yang terlalu rimbun di sekitar rumah untuk mengantisipasi angin kencang.

Sumber :

  • BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika): Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis (TCWC) Jakarta.

  • NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration): What is a tropical cyclone?

  • WMO (World Meteorological Organization): Tropical Cyclones features.