Lompat ke isi
Sistem
Universitas Tazkia
Populer

Hukum ‘Julid Fi Sabilillah’ menurut ustad Khalid Basalamah

Beberapa waktu lalu viral istilah Julid Fisabilillah di media sosial. Julid Fisabilillah merupakan gerakan netizen Indonesia yang menyerang akun media sosial tentara-tantara IDF Israel. Sebagian masyarakat Indonesia menafsirkan mengenai hukum gerakan 'Julid Fi Sabilillah'. Salah...

Universitas Tazkia Penulis
·1 menit baca

Beberapa waktu lalu viral istilah Julid Fisabilillah di media sosial. Julid Fisabilillah merupakan gerakan netizen Indonesia yang menyerang akun media sosial tentara-tantara IDF Israel. Sebagian masyarakat Indonesia menafsirkan mengenai hukum gerakan 'Julid Fi Sabilillah'.

Salah satu ulama di Indonesia Ustad Khalid Basalamah memberi tanggapan mengenai gerakan ini. Melalui saluran YouTube Khalid Basalamah Official, ust Khalid mengatakan bahwa gerakan tersebut bagus adanya.

Ust Khalid juga mengatakan bahwa hal ini merupakan bukti bahwa tentara-tentara IDF Israel adalah seorang yang pengecut.

"Antum semua bisa berkomunikasi dengan tentara Israel, meski tidak langsung. Ini bagus itu membuktikan bahwa mereka menyerang baru menyerang dari media sosial udah cengeng. Itu bagus," ujar ust Khalid

Ust Khalid mengatakan masyarakat Indonesia harus bisa berpartisipasi dalam membantu Palestina dengan melawan tentara IDF Israel. Ust Khalid mengungkapkan bahwa umat Islam memperbolehkan menggunakan apa saja demi melawan penjajah.

“Saat ini memang boleh kita menggunakan apa saja dalam melawan penjajah memang harus, karena mereka saja tidak peduli dengan pertumpahan darah bahkan mereka menyebut teroris itu sudah tidak masuk akal,” ungkap ust Khalid.

Perlu diketahui, saat ini pasukan Israel sedang menyerang wilayah Palestina. Pihak Israel melakukan deklarasi waspada perang pada tanggal 7 Oktober 2023. Deklarasi waspada perang tersebut dilakukan setelah adanya penyerangan yang dilakukan Hamas dengan meluncurkan ribuan roket ke Israel.

Hingga saat ini banyak sekali korban akibat perang tersebut yang membuat puluhan ribu masyarakat Palestina tewas.