Bukan Sekadar Lautan, Sektor Maritim Sumbang Rp 1.500 Triliun ke PDB RI!
Ditulis Oleh Dewi Isnaini - Mahasiswa MBS Universitas Tazkia Indonesia, sebagai negara maritim terbesar di dunia, ternyata memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Kontribusi sektor maritim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai angka yang fantastis. Angka ini setara den...
Ditulis Oleh Dewi Isnaini - Mahasiswa MBS Universitas Tazkia
Indonesia, sebagai negara maritim terbesar di dunia, ternyata memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Kontribusi sektor maritim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai angka yang fantastis. Angka ini setara dengan Rp 1.500 triliun, sebuah fakta yang membuktikan bahwa laut kita bukan sekadar perbatasan, melainkan mesin penggerak ekonomi.
Jurus Ampuh Pemerintah Ekonomi Biru & Proyek Strategis
Untuk memaksimalkan potensi ini, pemerintah tidak tinggal diam. Jurus andalan mereka adalah program Ekonomi Biru yang bertujuan mengelola laut secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat pesisir. Program ini menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045 dan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Di sisi lain, proyek strategis seperti pembangunan pelabuhan dan peningkatan infrastruktur maritim terus digenjot untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Diakui Dunia Pujian dari Organisasi Maritim Internasional (IMO)
Peran Indonesia sebagai poros maritim dunia tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di mata internasional. Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, memberikan pujian atas kepemimpinan Indonesia dalam sektor maritim di ASEAN. Ini termasuk komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan investasi dalam teknologi maritim yang ramah lingkungan. Pada akhirnya, angka kontribusi sebesar 7% ini adalah bukti nyata bahwa laut kita adalah aset berharga yang siap menggerakkan roda ekonomi bangsa.
Referensi : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7932878/kemenhub-sebut-sektor-maritim-sumbang-7-ke-pdb-ri
Fasilitas Universitas Tazkia ( Kampus Tazkia )

( Bangunan Universitas Tazkia )
