
Workshop tersebut menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, industri, komunitas, dan lembaga strategis untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendekatan literasi dan perencanaan keuangan syariah.
Pendiri Sakinah Finance sekaligus Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia, Murniati Mukhlisin, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperkuat ekosistem akademik yang tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga mampu menghasilkan riset serta pengabdian masyarakat yang berdampak nyata.
Menurutnya, kondisi literasi keuangan syariah di Indonesia masih memerlukan perhatian serius sehingga perlu diintegrasikan dengan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.
“Workshop ini kami harapkan menjadi ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas bagi dosen, guru, serta institusi pendidikan untuk membangun program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang lebih aplikatif, kolaboratif, dan berdampak, terutama dalam meningkatkan literasi keuangan syariah yang saat ini berada di angka sekitar 43 persen dan inklusi keuangan syariah sekitar 13 persen,” ujar Murniati.
Workshop ini juga menghadirkan sejumlah keynote speaker dan narasumber dari dalam dan luar negeri. Salah satunya Ryan M. Calder, Direktur Program Islamic Studies di Johns Hopkins University, Maryland, Amerika Serikat.
Selain itu hadir pula perwakilan sponsor utama dari Lembaga Penjamin Simpanan, Pegadaian Syariah, CIMB Niaga Syariah, serta perusahaan mesin industri Maksindo.
Perwakilan pemerintah juga turut menjadi pembicara, di antaranya dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia serta Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam keynote speech-nya, Calder menekankan bahwa literasi keuangan syariah tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan finansial, tetapi juga harus berlandaskan pada prinsip Maqashid Syariah yang menekankan kebermanfaatan sosial bagi masyarakat.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Arifin, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan terhadap penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan, komunitas, dan lembaga strategis untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya.
“Jakarta Pusat harus menjadi ruang kolaborasi yang terbuka bagi lahirnya inovasi pendidikan, penguatan literasi masyarakat, serta pengembangan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” ujar Arifin.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti tiga sesi utama yang mencakup bidang pendidikan, penelitian dan publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain seminar dan panel diskusi, kegiatan juga diisi dengan coaching session, workshop intensif, networking akademik, serta penjajakan kerja sama antar institusi.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Sakinah Finance dengan sejumlah lembaga strategis, di antaranya Asosiasi Fintech Syariah Indonesia, International Financial Planners Association, Kitabisa, serta QS399 bersama 42 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir penguatan kapasitas akademik, kolaborasi riset dan pengabdian lintas institusi, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis literasi dan perencanaan keuangan syariah yang berkelanjutan.
