
Sebanyak 600 sahabat disabilitas dari berbagai komunitas di wilayah JABODETABEK menghadiri kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 18.30 WIB. Momentum ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat literasi keuangan syariah sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Universitas Tazkia hadir melalui kontribusi akademik serta dukungan relawan mahasiswa. Sebanyak 22 mahasiswa volunteer terlibat aktif dalam pendampingan peserta, membantu aspek aksesibilitas, serta memastikan seluruh rangkaian acara berjalan inklusif dan ramah disabilitas. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi wujud nyata implementasi nilai pengabdian kepada masyarakat dalam tridharma perguruan tinggi.
Dalam sesi motivasi, Mirna Rafki selaku perwakilan dari Tazkia Grup menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya ketenangan jiwa dan kekuatan syukur dalam membangun kehidupan yang bermakna. Ia mengajak peserta untuk hidup tanpa kebencian, memperbanyak prasangka baik kepada Allah, gemar berbagi, serta mengamalkan nilai “La’in syakartum la-azidannakum” sebagai fondasi keberkahan hidup dan pertumbuhan diri.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai institusi strategis, yakni Otoritas Jasa Keuangan, UPZDK Bank Permata, BAZMA Pertamina, AirNav Indonesia, serta CT Arsa Foundation selaku media partner. Sinergi antara regulator, industri, lembaga zakat, institusi pendidikan, dan komunitas disabilitas ini memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkeadilan.
Rangkaian acara meliputi literasi perencanaan keuangan rumah tangga dan bisnis, simulasi penyusunan anggaran, pengenalan metode SWOT sebagai strategi pengembangan potensi diri dan usaha, serta sosialisasi Program Kartu Ta’awun.

Peserta juga mengikuti pelatihan tematik seperti public speaking, eco-enzyme, cinta rupiah, journaling, storytelling, mediasi-negosiasi, hingga pelatihan kerja di lembaga zakat, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas personal maupun profesional.
Partisipasi Universitas Tazkia dalam Gerak Syariah 1447 H menegaskan bahwa literasi keuangan syariah bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses pemberdayaan yang membangun rasa percaya diri, kemandirian, dan harapan baru bagi sahabat disabilitas.
“Melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, Gerak Syariah menjadi langkah nyata menuju Indonesia yang lebih inklusif, berdaya, dan berjaya” ujar Murniati Mukhlisin, Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia yang menjadi penanggung jawab acara sosial Sakinah Finance ini.
Sumber: Humas Tazkia
