
Sosok Budiman Indrajaya dikenal sebagai salah satu tokoh penggerak di industri fintech syariah. Melalui URUN-RI, ia membawa visi besar yang sangat idealis, yakni bercita-cita ingin "membersihkan" unsur-unsur non-halal (haram) di dalam ekosistem pasar modal.
Langkah ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dengan rasa aman dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Dalam pemaparannya, Budiman menegaskan bahwa kehadiran SCF lahir untuk menjawab solusi permodalan yang selama ini menjadi hambatan utama bagi UMKM.
Terdapat beberapa poin penting yang digarisbawahi terkait peran SCF:
-
Menjembatani Kesenjangan: SCF hadir untuk mengatasi masalah klasik UMKM dengan mempertemukan mereka secara langsung dengan Investor Ritel maupun Investor Institusi.
-
Fleksibilitas Pencatatan (Listing): Hal yang membuat industri SCF ini sangat menarik adalah fleksibilitasnya. Investor atau penerbit dapat melakukan listing sesuai dengan keinginan dan profil bisnis mereka.
"Tujuan utama kita adalah mendukung UMKM biar punya fondasi yang kuat," tegas Budiman Indrajaya dalam forum tersebut.
Selain membahas teknis pendanaan, Budiman juga menyinggung isu strategis terkait masuknya modal asing. Ia menekankan bahwa meskipun modal asing masuk untuk mendanai proyek, pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) harus tetap berada di tangan bangsa sendiri. Untuk memastikan ekosistem ini berjalan sehat, Budiman memberikan dua catatan penting bagi para pelaku industri dan investor:
Pentingnya Kredibilitas: Platform penyelenggara SCF wajib memiliki kredibilitas yang kuat di mata publik dan regulator. Fungsi utama platform adalah memastikan bahwa bisnis yang dijalankan oleh penerbit (publisher) benar-benar sesuai dengan prinsip mitigasi risiko yang ketat.
Gunakan "Uang Dingin": Kepada para calon investor, Budiman mengingatkan prinsip dasar investasi. Pastikan dana yang digunakan untuk berinvestasi atau listing di platform SCF murni berasal dari "uang dingin" (dana yang tidak akan digunakan untuk kebutuhan pokok dalam waktu dekat).
Artikel ini dirangkum dari acara Monday Forum Series #342 yang membahas perkembangan terkini industri Securities Crowdfunding di Indonesia pada tanggal 23 Februari 2026.
