Dalam paparannya, Dr. Edhy menekankan pentingnya sinergi antara storytelling dan strategi moonshot, yakni pendekatan berpikir besar dan berani melampaui batas konvensional untuk menciptakan dampak signifikan. Menurutnya, Psychological Moonshot merupakan strategi yang menitikberatkan pada kekuatan narasi dalam membentuk persepsi, memengaruhi emosi, serta mendorong tindakan audiens.

“Sering kali kita hanya mencatat ide dan resolusi, tetapi tidak benar-benar memasukkannya ke dalam to-do list. Akibatnya, aktivitas menjadi kurang produktif dan resolusi hanya berhenti sebagai wacana,” ungkap Dr. Edhy.
Ia juga menegaskan bahwa tantangan terbesar di era digital saat ini bukan terletak pada teknologi, melainkan pada manusianya. “Yang menjadi masalah itu bukan teknologinya, tapi manusianya. Karena itu, pendekatan psikologis melalui storytelling menjadi sangat penting,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Edhy memaparkan bahwa Psychological Moonshot sangat relevan dalam dunia komunikasi dan pemasaran. Alih-alih hanya menambahkan fitur pada sebuah produk, pendekatan ini mendorong pelaku usaha dan komunikator untuk membangun narasi yang kuat, menarik, dan menjual.
“Dalam menjual produk, misalnya asuransi, yang menentukan bukan sekadar fitur produknya, tetapi bagaimana kita membangun narasi yang menyentuh dan relevan dengan kebutuhan audiens. Kita mungkin tidak bisa mengubah produknya, tetapi kita bisa mengubah persepsi orang terhadap produk tersebut melalui storytelling,” tegasnya.
Menurutnya, kunci keberhasilan iklan dan komunikasi publik terletak pada ketepatan informasi sesuai kebutuhan audiens. Jika narasi yang dibangun tepat sasaran, maka potensi terjadinya pembelian atau perubahan sikap akan semakin besar.
