Sebagai salah satu institusi pelopor pendidikan ekonomi syariah, Universitas Tazkia menyambut baik momentum regenerasi kepengurusan ini. Keterlibatan aktif civitas akademika Universitas Tazkia dalam ekosistem IAEI Jakarta Raya tercermin melalui kehadiran dan dukungan jajaran dekanat serta program studi, di antaranya Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Syariah Universitas Tazkia, Ries Wulandari, Kepala Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Aminah Nuriyah, serta dosen senior Universitas Tazkia, Thuba Jazil.

Agenda Muswil ini menekankan pentingnya penguatan organisasi dan konsolidasi jejaring keilmuan ekonomi syariah. Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal DPP IAEI Dr. Sutan Emir Hidayat menyampaikan bahwa potensi perluasan jejaring di wilayah Jakarta masih sangat besar dengan adanya puluhan komisariat yang telah terbentuk.

IAEI harus terus memperkuat konsolidasi organisasi dan mengaktifkan kembali jaringan daerah yang belum optimal agar kontribusi organisasi dalam pengembangan ekonomi syariah semakin luas dan berdampak,” ujar Sekjen IAEI dalam sambutannya.

Ketua DPW IAEI Jakarta Raya terpilih, Prof. Dr. M. Nur Rianto Al Arif, M.Si., mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh seluruh peserta musyawarah, termasuk dari unsur komisariat kampus. Beliau menegaskan bahwa dinamika wilayah Jakarta Raya harus dioptimalkan melalui gerakan bersama yang nyata dan konsisten.

“Apabila setiap komisariat memiliki satu program unggulan yang dijalankan secara konsisten, maka akan tercipta sebuah gerakan besar yang berdampak nyata bagi pengembangan ekonomi syariah,” tegas Prof. Dr. M. Nur Rianto Al Arif.

Menindaklanjuti visi besar kepengurusan IAEI yang baru, jajaran dosen Universitas Tazkia, baik dari Fakultas Ekonomi Syariah maupun Prodi Manajemen Bisnis Syariah, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dan menyelaraskan program-program akademis kampus agar sejalan dengan cita-cita perluasan dakwah ekonomi Islam di Indonesia.