Respons Krisis Ekologis Presiden Mahasiswa Universitas Tazkia Gandeng Aliansi BEM se Bogor Bangun Benteng Hijau di Hulu Cisadane Bersama Menteri Lingkungan Hidup

Kegiatan yang berlangsung di area krusial hulu Cisadane ini menjadi momentum kolaborasi strategis antara mahasiswa, akademisi, dan pemerintah pusat. Hadir secara langsung untuk memberikan dukungan penuh, Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, bersama Rektor Kampus IUQI, jajaran peneliti, serta perwakilan masyarakat lokal.

Menjawab Alarm "Zona Merah" Ekologis


Pemilihan Leuwiliang sebagai lokasi penanaman didasarkan pada kajian akademis yang menempatkan wilayah ini sebagai zona krusial. Berdasarkan data dari peneliti BRIN dan akademisi IPB University, wilayah Bogor masuk dalam kategori zona merah bencana ekologis yang jika tidak segera ditangani, akan mengancam keselamatan warga hingga ke hilir Jakarta.

Dalam orasi lingkungannya, Indra Mahfuzhi menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan membiarkan Bogor hancur oleh pembiaran.

"Hari ini, mahasiswa se-Bogor Raya turun ke tanah Leuwiliang bukan sekadar untuk seremoni. Kami hadir membawa data dan keresahan. Para ahli sudah memberikan peringatan keras bahwa Bogor berada di zona merah. Jika hulu ini rusak, maka bencana banjir dan longsor hanya tinggal menunggu waktu. Gerakan Penghijauan Batch 1 ini adalah manifesto Aliansi BEM se-Bogor dalam menjawab ancaman nyata tersebut," tegas Indra Mahfuzhi dengan lantang.

Benteng Hijau Tazkia 2

Aksi Nyata 1.000 Pohon


Dalam gerakan ini, sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam secara kolektif. Jenis pohon yang dipilih mencakup pohon kayu keras untuk penguatan struktur tanah seperti Sengon, Mahoni, Kisirem, Rasamala, dan Ganitri, serta pohon produktif seperti Pete, Alpukat, Sukun, dan Mangga yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menekankan bahwa penanaman di wilayah hulu seperti DAS Cisadane adalah upaya vital dalam membangun "Benteng Hijau" guna mencegah erosi dan bencana di masa depan.

"Keterlibatan mahasiswa sangat luar biasa. Penanaman pohon di DAS Cisadane ini merupakan langkah strategis membangun benteng hijau di hulu. Saya berharap Aliansi BEM se-Bogor terus menjadi garda terdepan dalam menjaga daya dukung lingkungan," ujar Menteri Hanif.

Komitmen Keberlanjutan
Indra Mahfuzhi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa aksi yang didukung oleh berbagai elemen termasuk sektor swasta melalui PT Antam ini akan dipantau secara berkala.

"Kami tidak ingin menanam lalu ditinggalkan. Ini adalah gerakan Batch 1, yang berarti akan ada kelanjutan. Kami akan memastikan setiap pohon yang ditanam hari ini tumbuh besar dan menjadi saksi perjuangan mahasiswa Bogor dalam menjaga bumi," pungkasnya.

Benteng Hijau Tazkia 3