
Dalam sesi presentasinya, Eriza mengangkat tema Industry Innovation dengan fokus pada perkembangan UMKM di Indonesia. Ia menjelaskan peran model hexahelix, kolaborasi antara akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, media, dan pemuda, sebagai strategi penting dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan industri UMKM. Menurutnya, inovasi tidak hanya lahir dari kreativitas pelaku usaha, tetapi juga dari ekosistem kolaboratif yang memperkuat akses pasar, pendampingan, dan digitalisasi UMKM.
Selain kompetisi akademik, program ini juga menghadirkan rangkaian social project yang bertujuan memperkenalkan budaya, inovasi, dan isu global kepada peserta internasional. Dalam kegiatan ini, Eriza dan tim mengenalkan produk UMKM seperti Bawang Goreng dari Sinergi Brebes Inovatif serta Jahe Merah dari Dapur Jamu Ibu sebagai contoh produk lokal yang berdaya saing tinggi. Tim juga melakukan pengenalan isu kemanusiaan di Palestina kepada turis internasional melalui dialog singkat dan edukatif, guna menumbuhkan empati dan kesadaran global terhadap pentingnya solidaritas kemanusiaan.
Dalam kegiatan tersebut, setiap delegasi juga diwajibkan menulis satu project buku sebagai bentuk refleksi perjalanan dan kontribusi. Eriza menulis buku berjudul “Mengenal Indonesia Lebih Dekat: Cerita Pengalaman Reflektif dan Bertumbuh Bersama UMKM”, yang menggambarkan pandangannya tentang potensi UMKM Indonesia dan pembelajaran kepemimpinan selama program.
Melalui capaian ini, Eriza membuktikan bahwa mahasiswa Tazkia mampu berperan aktif dalam isu global, berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), serta membawa nama baik kampus di level internasional. Prestasi ini menjadi dorongan bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat.