Dunia Kerja Tidak Lagi Hanya Bersaing di Tingkat Nasional

Beberapa tahun lalu, banyak lulusan perguruan tinggi membayangkan karier mereka akan berkembang di perusahaan dalam negeri.

Hari ini situasinya berbeda.

Produk Indonesia dipasarkan ke berbagai negara. Industri halal berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi global dengan nilai pasar yang sangat besar. Perusahaan nasional menjalin kerja sama dengan mitra internasional, sementara perusahaan multinasional terus memperluas investasinya di Indonesia.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap lulusan yang memahami international business semakin meningkat.

Tidak hanya mampu menyusun strategi bisnis, tetapi juga memahami perdagangan global, komunikasi lintas budaya, regulasi internasional, hingga perkembangan ekonomi digital.

Mengapa Islamic Global Markets Menjadi Semakin Relevan?

Di sisi lain, industri halal juga mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Bukan hanya makanan dan minuman halal, tetapi juga sektor keuangan syariah, kosmetik, fesyen muslim, pariwisata halal, hingga investasi syariah kini menjadi bagian dari ekosistem ekonomi global.

Artinya, perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami mekanisme bisnis internasional, tetapi juga mampu melihat peluang dalam pasar halal global yang terus berkembang.

Kombinasi inilah yang membuat konsep International Business & Islamic Global Markets (IBIGM) menjadi semakin relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Apa yang Dicari Dunia Usaha dan Dunia Industri?

DUDI tidak lagi hanya mencari lulusan yang mampu menghafal teori.

Perusahaan lebih membutuhkan individu yang mampu menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim multikultural, memanfaatkan teknologi digital, serta memahami bagaimana bisnis dijalankan pada tingkat internasional.

Beberapa kompetensi yang semakin banyak dicari antara lain:

  • Business Communication dalam bahasa Inggris.
  • Digital Business dan Artificial Intelligence.
  • Business Intelligence dan Data Analysis.
  • International Trade.
  • Supply Chain Management.
  • International Negotiation.
  • Sustainability dan ESG.
  • Islamic Finance dan Halal Industry.

Menariknya, kompetensi tersebut saling terhubung dan menjadi fondasi bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan global.

Menyiapkan Mahasiswa Sesuai Kebutuhan Industri

Menjawab kebutuhan tersebut, perguruan tinggi mulai merancang kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pengalaman nyata.

Dalam International Undergraduate Program, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep bisnis internasional. Mereka juga dibekali melalui pembelajaran berbahasa Inggris, mata kuliah seperti AI for Global Business, Business Law and International Trade, Islamic Fintech and Digital Economy, Global Risk Management, hingga International Negotiation and Diplomacy. Pengalaman belajar tersebut diperkuat dengan Student Exchange, Professional Certification, Global Industry Experience (Internship), Company Visit, dan Consulting Project sebagai bagian dari perjalanan akademik mahasiswa.

Konsentrasi IBIGM, Menjembatani Kampus dan Dunia Industri

International Business & Islamic Global Markets (IBIGM) tidak dirancang hanya untuk menghasilkan lulusan yang memahami teori bisnis.

Program ini dirancang untuk membentuk lulusan yang mampu membaca perubahan pasar global, memahami perkembangan industri halal, memanfaatkan teknologi digital, serta beradaptasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang semakin terhubung.

Pada akhirnya, dunia kerja masa depan bukan hanya membutuhkan lulusan yang memiliki gelar, tetapi juga individu yang siap bekerja dalam lingkungan internasional, memiliki wawasan global, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Di situlah konsep International Business & Islamic Global Markets (IBIGM) mengambil perannya sebagai jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata industri global.