Modifikasi Cuaca hanya sementara Kita butuh solusi yang permanen

TMC bersifat situasional dan sangat bergantung pada kondisi alam. Jika kita terus-menerus mengandalkan langit tanpa memperbaiki apa yang ada di bumi, kita hanya sedang menunda masalah, bukan menyelesaikannya.

1. Belajar dari Kasus di Lapangan

Baru-baru ini, TMC masif dilakukan untuk menjaga kelancaran proyek strategis nasional maupun pengamanan jalur mudik dan perayaan besar dari ancaman banjir.

Sebagai contoh, BNPB dan BMKG berkolaborasi melakukan operasi TMC untuk mereduksi curah hujan di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jawa Tengah saat cuaca ekstrem melanda. Meskipun efektif mencegah hujan lebat di titik tertentu pada hari H, operasional ini memakan biaya yang sangat besar dan bersifat sementara. Begitu operasi berhenti, risiko banjir tetap mengintai jika infrastruktur dasarnya belum siap.

Berita Terkait: BMKG dan BNPB melakukan operasi TMC di wilayah Jawa Tengah untuk mengantisipasi cuaca ekstrem selama periode Lebaran dan proyek infrastruktur. (Sumber: Kompas.com / Antara News).

2. Mengapa TMC Bukan Solusi Jangka Panjang?

Ada beberapa alasan mengapa kita tidak bisa "manja" hanya mengandalkan modifikasi cuaca:

  • Biaya Tinggi: Sekali terbang, pesawat penyemai garam membutuhkan biaya operasional yang sangat mahal.

  • Ketergantungan Alam: Jika tidak ada awan potensial, TMC tidak bisa bekerja. Kita tidak benar-benar mengendalikan cuaca, kita hanya memodifikasinya.

  • Dampak Ekologis: Intervensi berlebihan pada siklus hidrologi di satu tempat bisa berdampak pada wilayah lain yang mungkin justru membutuhkan hujan tersebut.

3. Solusi nya yaitu Pemantapan Infrastruktur!

Daripada terus-menerus mencoba menjinakkan langit, perhatian utama pemerintah dan masyarakat harus kembali ke bumi. Berikut adalah langkah permanen yang harus dipercepat:

  • Normalisasi dan Naturalisasi Sungai: Kapasitas sungai harus dikembalikan agar mampu menampung debit air yang meningkat drastis akibat perubahan iklim.

  • Sistem Drainase Terintegrasi: Di kota-kota besar, drainase sering kali tersumbat atau tidak saling terhubung. Modernisasi sistem pembuangan air adalah harga mati.

  • Konsep Sponge City (Kota Spons): Memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan penggunaan material jalan yang bisa menyerap air ke tanah, bukan sekadar mengalirkannya ke selokan.

  • Pembangunan Bendungan dan Embung: Sebagai cadangan saat kemarau dan pengendali saat hujan lebat.