Dari Malaysia ke Universitas Tazkia Kisah Inspiratif Mohammad Lutfi Mengejar Pendidikan

Lutfi tumbuh besar di Kampung Bharu, sebuah kawasan bersejarah di tengah hiruk-pikuk Kuala Lumpur. Meski menetap di Malaysia, ia memiliki darah keturunan Aceh yang kuat. Sejak masa sekolah dasar hingga menengah atas, Lutfi menempuh pendidikannya di Ampang, wilayah di pinggiran timur Kuala Lumpur yang membentuk karakter dan kemandiriannya.

Ujian sesungguhnya datang saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Di saat kawan sebaya mengikuti ujian SPM (Sijil Pelajaran Malaysia setara ijazah SMA di Indonesia), Lutfi justru harus menelan pil pahit. Kendala visa pelajar membuatnya tidak bisa mengikuti ujian melalui jalur formal. Akibatnya, ia sempat tertahan selama satu tahun tanpa kepastian akademik.

Tidak mau menyerah pada keadaan, Lutfi mencari jalan keluar. Ia memutuskan bergabung dengan NGO Buku Jalanan Chow Kit (BJCK), sebuah komunitas pendidikan yang memberikan harapan baru. Di bawah bimbingan guru-guru di sana, ia mendaftar SPM sebagai calon persendirian (peserta mandiri).

Hasilnya? Sangat membanggakan. Lutfi berhasil meraih capaian 4A dan 4B. Prestasi ini menjadi tiket emas yang membuktikan bahwa kualitas akademik tidak hanya ditentukan oleh gedung sekolah formal, tetapi oleh kegigihan personal.

Selain cerdas di bidang akademik, Lutfi dikenal sebagai sosok yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Kepeduliannya terhadap sesama inilah yang menarik perhatian Sadaqa House Bank Islam. Berkat rekam jejaknya yang positif, Lutfi berhasil mendapatkan dukungan beasiswa penuh untuk melanjutkan studi di Universitas Tazkia, Indonesia.

Kini, sosok Lutfi menjadi bagian dari komunitas internasional di Universitas Tazkia. Kehadirannya bukan sekadar menambah angka statistik mahasiswa asing, melainkan menjadi bukti nyata komitmen Tazkia dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi talenta berbakat dari berbagai latar belakang.